JATENGKU.COM, DEMAK — Upaya pelestarian ekosistem pesisir dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan diwujudkan oleh mahasiswa Tim 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 95 Universitas Diponegoro melalui pemasangan papan infografis mangrove di Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak.
Kondisi pesisir yang mulai terancam oleh sampah anorganik dan kurangnya pemahaman warga tentang pentingnya mangrove, tim 4 KKN Tematik 95 mencoba menghadirkan media edukatif yang tidak hanya informatif, tetapi juga mudah diakses oleh masyarakat sekitar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Tematik Universitas Diponegoro sesuai dengan Surat Tugas Rektor Nomor 274-096/UN7.D2/PM/IV/2025 bertajuk “Peningkatan Valuasi Ekonomi Masyarakat Desa berdasarkan Pengelolaan Daerah Rehabilitasi Mangrove dan Kawasan Konservasi Rajungan Berkelanjutan di Betahwalang, Demak”, di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Dr. E. Drs. Hersugondo, M.M. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si., M.Si. dari Fakultas Sains dan Matematika, dan Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Papan Infografis ini berisi informasi penting tentang fungsi mangrove, bahaya sampah anorganik, serta ajakan untuk menjaga kelestarian hutan mangrove. Dengan visual menarik dan bahasa yang mudah dipahami, papan ini dirancang untuk menjangkau seluruh kalangan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Harapannya, papan ini bisa jadi media edukasi visual yang terus mengingatkan warga tentang pentingnya menjaga mangrove, terutama dari ancaman nyata seperti sampah plastik,” ujar Ihsan, salah satu anggota tim 4 KKN Tematik 95 Universitas Diponegoro.
Papan infografis ini juga memuat isi dari Peraturan Desa Betahwalang Nomor 06/2013 yang melarang pengambilan atau perusakan tanaman mangrove serta membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut.
Tim 4 KKN Tematik 95 berharap dengan adanya papan informasi ini, warga maupun pengunjung dapat lebih memahami pentingnya peran mangrove dalam menjaga garis pantai, melindungi biota laut, hingga mencegah abrasi.
Langkah kecil ini diharapkan bisa memberi dampak besar bagi kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan pesisir. Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan warga, Desa Betahwalang semakin siap melangkah sebagai desa yang peduli lingkungan.
Penulis: Jessie Hanna Regina










