JATENGKU.COM, BATANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui program inovatif berbasis potensi lokal. Salah satu mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan, yang tergabung dalam tim KKN di Dusun Buntit, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, memprakarsai kegiatan pemanfaatan hasil pertanian lokal berupa singkong menjadi produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi yaitu stick singkong frozen.
Zulfa Puspa Nugrahani, seorang mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim KKN-T 50, menjalankan program pendampingan UMKM di Dusun Buntit, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Dusun Buntit memiliki potensi besar dalam produksi singkong, namun hingga kini masih terkendala dalam hal pengolahan dan pemasaran. Harga singkong yang cenderung fluktuatif bahkan sering kali anjlok, membuat para petani lokal kesulitan mendapatkan keuntungan yang layak.
Berangkat dari permasalahan ini, mahasiswa KKN UNDIP tersebut merancang program kerja bertajuk “Inovasi Produk Pangan Berbasis Singkong sebagai Upaya Peningkatan Nilai Jual dan Pemberdayaan UMKM Lokal”.
Produk stick singkong frozen dipilih sebagai solusi karena selain mudah dibuat, produk ini juga memiliki daya tarik tersendiri dari sisi tekstur, rasa, dan kemudahan dalam penyimpanan. Proses pembuatannya dimulai dari pengupasan dan pencucian singkong, dilanjutkan dengan perebusan hingga melunak. Setelah itu, singkong ditumbuk halus lalu dicampur dengan tepung maizena, bawang putih, daun seledri cincang, serta bumbu penyedap seperti garam dan lada hingga adonan kalis.
Selanjutnya, adonan dibentuk menggunakan bantuan plastik ukuran 30×20 cm yang dipipihkan, kemudian dimasukkan ke dalam freezer sebentar agar mengeras dan mudah dipotong. Adonan yang sudah set dipotong memanjang menyerupai bentuk stick, lalu dikemas dalam kemasan khusus pangan beku.
Kemasan tersebut dirancang dengan memperhatikan aspek estetika dan keamanan pangan, serta dilengkapi label sesuai standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), seperti nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal produksi, dan tanggal kadaluwarsa.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 9 Juli 2025, bertempat di rumah salah satu warga RT 02 Dusun Buntit. Selain penyuluhan pembuatan, mahasiswa juga menyampaikan edukasi mengenai pentingnya kemasan dan pelabelan yang sesuai standar untuk meningkatkan kepercayaan konsumen serta membuka peluang pengajuan sertifikasi BPOM ke depannya. Antusiasme warga, terutama ibu-ibu rumah tangga, cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan ini.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai jual singkong, tetapi juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru di bidang pangan olahan di tingkat desa. Dengan modal yang terjangkau dan bahan baku lokal yang melimpah, produk stick singkong frozen dapat menjadi alternatif usaha rumahan yang menjanjikan. Diharapkan, inovasi ini mampu memicu terbentuknya UMKM baru berbasis potensi desa, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan teknologi tepat guna dan edukasi langsung ke masyarakat, mahasiswa KKN UNDIP menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan desa. Program kerja ini menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan lapangan, yang jika terus dikembangkan, mampu membawa dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Desa Tumbrep, khususnya Dusun Buntit.
Penulis: Zulfa Puspa Nugrahani, Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro











