JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa KKN-T Tim 124 Universitas Diponegoro telah melakukan program kerja bertema Peningkatan Kesadaran Masyarakat melalui Gerakan Keluarga Sadar Garam Beryodium untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan“.

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan kepada warga Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Kegiatan ini dilakukan di 10 RW yang menjadi wilayah kerja KKN.

Kegiatan dilakukan dengan menghadiri dan turut serta dalam kegiatan-kegiatan rutin warga seperti pertemuan PKK, dawis, pengajian, dan PKB, yang dihadiri oleh warga dari masing-masing wilayah.

Sosialisasi difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya konsumsi garam beryodium sebagai salah satu upaya sederhana namun berdampak besar dalam menjaga kesehatan keluarga.

Materi sosialisasi disampaikan secara menarik dan komunikatif melalui media poster dan selebaran infografis yang telah dirancang sebelumnya. Mahasiswa juga melakukan demonstrasi langsung menggunakan alat uji iodium untuk membandingkan garam halus beryodium dengan garam krosok (non-beryodium).

Mahasiswa menyampaikan langsung materi kepada warga RW di Kelurahan Meteseh sambil menjelaskan manfaat garam beryodium bagi kesehatan keluarga. 

Mahasiswa menyampaikan pentingnya konsumsi garam beryodium untuk mencegah gangguan akibat defisiensi yodium seperti gondok, gangguan kecerdasan, dan pertumbuhan yang terhambat pada anak. Selain itu disampaikan pula terkait dengan tatacara penyimpanan dan penggunaan garam yang tepat.

Salah satu mahasiswa memperagakan cara menggunakan alat uji iodium untuk membandingkan garam beryodium dan non-beryodium di hadapan warga Meteseh. 

Masyarakat Kelurahan Meteseh menerima kegiatan ini dengan antusias dan mengaku mendapatkan informasi baru yang sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu warga bahkan mengakui sebelum adanya sosialisasi ini mereka tidak mengetahui bahwa terdapat perbedaan di dalam garam.

Melalui pengakuannya, warga mengatakan selama ini mereka membeli garam yang terpenting adalah rasa asinnya tidak peduli terhadap kandungan yodium di dalamnya. Lebih lanjut, dia mengatakan akan lebih selektif dalam memilih garam untuk konsumsi keluarga.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat partisipatif dari para peserta. Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata KKN-T Tim 124 dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Diharapkan, melalui edukasi ini, masyarakat dapat mulai membiasakan penggunaan garam beryodium sebagai langkah kecil menuju keluarga yang lebih sehat dan sejahtera.

Editor: Handayat