JATENGKU.COM, DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 18 Universitas Diponegoro (UNDIP) membantu Desa Purworejo, Desa Margolinduk, dan Desa Morodemak di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, dalam penyusunan peta digital administrasi pada Senin (23/6/2025). Program ini bertujuan memperjelas batas wilayah serta memetakan lokasi penting yang sebelumnya belum terdokumentasi dengan baik di ketiga desa tersebut.
Peta administrasi memiliki peran vital bagi sebuah desa karena menjadi acuan dalam pengelolaan wilayah, perencanaan pembangunan, hingga pelayanan publik. Selama ini, ketiga desa tersebut belum memiliki peta administrasi baik dalam bentuk digital maupun cetak. Kehadiran mahasiswa KKN-T UNDIP diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut.
Dalam proses penyusunan, mahasiswa memulai dengan survei lapangan untuk mencatat titik-titik penting di masing-masing desa, seperti kantor kelurahan, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya. Setiap titik diambil koordinatnya menggunakan perangkat digital, kemudian diolah menjadi data spasial.
Hasil olahan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk peta digital administrasi desa. Selanjutnya, peta itu dicetak berukuran A0 sehingga dapat menampilkan batas wilayah dan titik-titik penting secara jelas. Peta yang sudah dicetak lalu dibingkai dan dipasang di kantor kelurahan masing-masing desa sebagai dokumen resmi.
“Peta administrasi ini memang penting untuk desa, dan juga salah satu kelengkapan yang masih belum tersedia di kantor desa. Jika mahasiswa KKN bisa membuat peta administrasi yang bagus dan bisa dipajang, tentu akan sangat membantu kami,” ujar Makhfud Fauzi, Kepala Desa Morodemak.
Menurutnya, keberadaan peta administrasi akan mendukung kelancaran birokrasi dan memudahkan pemerintah desa dalam mengelola pembangunan. Ia juga berharap agar peta yang sudah dibuat dapat terus diperbarui jika terjadi perubahan wilayah di masa mendatang.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari perangkat desa dan masyarakat setempat. Mereka menilai bahwa implementasi ilmu yang dipelajari mahasiswa di kampus, khususnya dalam bidang pemetaan digital, memberikan manfaat nyata bagi desa.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T UNDIP tidak hanya berkontribusi dalam penyusunan peta, tetapi juga mendorong desa untuk lebih melek teknologi. “Kami berharap peta administrasi yang sudah dibuat ini bisa menjadi rujukan resmi dalam setiap kegiatan administrasi dan pembangunan desa,” ungkap salah satu anggota Tim 18.
Ke depan, mahasiswa KKN-T UNDIP berencana mendampingi perangkat desa dalam pemanfaatan peta digital, sekaligus memberikan pelatihan agar desa mampu memperbarui data secara mandiri. Dengan demikian, hasil program ini tidak hanya berhenti pada peta cetak, tetapi juga menjadi awal dari tata kelola desa yang lebih modern.











