Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (UNDIP), Akhmad Ryan Zakharia, dari Fakultas Sains dan Matematika, berhasil menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata bagi masyarakat Dusun Tembelang, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Melalui program kerja multidisiplin, Ryan mendorong warga untuk lebih tertib dalam usaha rumahan dan lebih sadar dalam pengelolaan sampah rumah tangga (20/7/2025).

Dalam program Multidisiplin 1, Ryan menyusun Buku Panduan Manual Pencatatan Usaha Rumahan. Buku ini berisi format sederhana untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, produksi harian, hingga evaluasi bulanan. Tujuannya agar pelaku UMKM di Dusun Tembelang, khususnya usaha berbasis rumah tangga, dapat mengelola keuangan dengan lebih rapi meski tanpa perangkat digital.

Kegiatan ini berlangsung setelah para partisipan/warga mendapatkan berbagai materi pembuatan, pengemasan, penjualan, dan lainnya di minggu sebelumnya dan telah mencoba membuat kripik singkong juga. Sehingga ketika materi  ini berlangsung, sudah ada gambaran menganai hal yang akan di isikan.

 

Pelaksanaan salah satu rangkaian kegiatan MD 1 oleh para mahasiswa di Desa Tumbrep, Kecematan Bandar, Kabupaten Batang pada Minggu(20/7/025)

Sementara itu, dalam Multidisiplin 2, Ryan melaksanakan mini survei kesadaran pengelolaan sampah. Survei ini dilakukan pada perwakilan warga tiap RT untuk mengetahui sejauh mana pemahaman masyarakat terkait pemilahan sampah organik dan anorganik.

Pengisian surveinya sendiri dilaksanakan pada minggu ketiga akhir selama kkn, dimana para warga telah melakukan berbagai program yang berkaitan dengan pertanyaan survei. Surveinya sendiri melalui form online, namun pengisiannya selalu didampingi dan dibantu para mahasiswa kkn dalam kelompok itu sehingga para warga tidak kesulitan saat mengisinya.

Hasil survei kemudian divisualisasikan dalam bentuk poster edukasi, yang ditempel di pos ronda setiap RT sebagai bentuk transparansi dan pengingat bersama.

Kedua program ini mendapat apresiasi positif dari warga. Buku panduan dianggap membantu pelaku usaha kecil dalam menjaga kerapian administrasi keuangan, sementara survei kesadaran sampah membuka wawasan masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.

 

 

Ryan berharap buku pencatatan usaha dan hasil survei sampah ini dapat terus dimanfaatkan setelah KKN selesai. Dengan demikian, warga Dusun Tembelang bisa menjadi lebih mandiri dalam mengelola usaha sekaligus lebih sadar dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Editor: Handayat