JATENGKU.COM, SEMARANG — Pada Senin, 21 Juli 2025, 12 mahasiswa KKN Tematik Tim 110 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan Pelatihan Digitalisasi dan Pemasaran Melalui Media Sosial di Kelurahan Pudakpayung. Agenda ini merupakan bagian dari program kerja Kelompok 1 KKN T 110 UNDIP yang dirancang untuk membekali warga, khususnya kader posyandu, dengan keterampilan memanfaatkan media sosial secara efektif dan bijak sebagai sarana pengembangan ekonomi lokal sekaligus penguatan aktivitas sosial masyarakat.
Pelatihan ini menghadirkan tiga pemateri dari latar belakang bidang yang berbeda. Olinda Aurelia Tertia dari Administrasi Bisnis memaparkan materi tentang pemanfaatan media sosial secara bijak, mencakup strategi membuat konten yang menarik, pentingnya konsistensi, serta cara membangun branding yang kuat untuk posyandu maupun produk lokal.

Vendra dari Teknik Komputer memberikan panduan praktis pembuatan akun media sosial, mulai dari proses registrasi, pengaturan keamanan, hingga optimasi profil agar terlihat profesional. Sementara itu, Radit dari Fakultas Hukum membawakan materi mengenai pembuatan konten yang sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk etika berkomunikasi di media sosial dan pemahaman tentang perlindungan hak cipta.
Pelatihan ini dibagi menjadi tiga sesi utama:
1. Penggunaan Instagram – Peserta diajarkan membuat konten foto dan video yang menarik, mengoptimalkan fitur Stories, Reels, dan penggunaan hashtag yang tepat untuk menjangkau audiens lebih luas.
2. Pemanfaatan TikTok – Peserta diperkenalkan pada teknik membuat video pendek yang informatif dan kreatif, lengkap dengan tips penggunaan efek, musik, dan tren populer agar konten mudah menjangkau masyarakat.
3. Desain Grafis dengan Canva – Peserta mempelajari cara membuat poster, infografis, dan materi kampanye yang menarik secara visual untuk mendukung promosi kegiatan posyandu dan program kesehatan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para kader posyandu aktif bertanya, berbagi pengalaman, dan langsung mempraktikkan pembuatan konten di ponsel mereka. Beberapa bahkan berhasil mengunggah postingan Instagram dan video TikTok hasil kreasi mereka selama pelatihan.
Salah satu peserta mengungkapkan, “Pelatihan ini sangat membantu. Sekarang kami tahu cara membuat konten yang menarik agar masyarakat mau membaca informasi kesehatan yang kami bagikan.”
Diharapkan, para kader posyandu di Kelurahan Pudakpayung dapat menjadi penggerak digitalisasi di lingkungannya, baik dalam menyebarkan informasi kesehatan maupun mempromosikan potensi lokal. Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun ekosistem digital yang kreatif, informatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.










