JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa KKN Tematik IDBU Universitas Diponegoro berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan alat penyiram tanaman semi-otomatis di kebun TOGA (Tanaman Obat Keluarga) RT 6 RW 1, Kelurahan Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Program inovatif yang merupakan bagian dari KKNT-IDBU Universitas Diponegoro Tim 12 Kelompok 4 ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Bapak Fajrul Falah, S.Hum., M. Hum. dan Ibu Riris Tiani, S.S., M. Hum. dengan tujuan mengoptimalkan perawatan tanaman obat keluarga melalui teknologi tepat guna.

Alat penyiram semi-otomatis yang dikembangkan menggunakan sistem kontrol manual yang memungkinkan pengguna untuk mengoperasikan penyiraman sesuai kebutuhan dengan menekan tombol yang tersedia. Alat tersebut dibuat dengan mempertimbangkan ketersediaan air dalam bak air di kebun TOGA yang tidak selalu tersedia dalam 24 jam, sehingga perlu interaksi pengguna untuk memulai penyiraman.

Sistem ini dirancang praktis dan efisien, dengan saluran air yang terpasang di bagian atas kebun sehingga air dapat tersebar merata ke seluruh area tanaman seperti hujan buatan.

Spesifikasi pompa dengan tegangan 12 Volt, arus 3,5 Ampere, dan tekanan 80 PSI memastikan distribusi air yang optimal dengan tekanan yang cukup untuk menyiram seluruh area kebun

Fokus utama program ini adalah meningkatkan efektivitas perawatan tanaman TOGA yang selama ini masih mengandalkan penyiraman manual. Dengan adanya alat ini, proses penyiraman menjadi lebih merata dan efisien, terutama untuk tanaman obat seperti jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), kencur (Kaempferia galanga), sereh (Cymbopogon citratus), dan kemangi (Ocimum basilicum) yang membutuhkan kelembaban tanah yang konsisten.

“Terima kasih karena alat ini sangat membantu kami dalam merawat kebun TOGA,” ujar Bapak Malino, salah satu warga RT 6 RW 1 Kelurahan Pedurungan Lor.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 22 Juli 2025 ini mendapat dukungan penuh dari warga RT 6 RW 1. Ketua RT 6, Ibu Sri Ali, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi teknologi yang dibawa mahasiswa.

“Kami warga RT 6 Pedurungan Lor mengucapkan terima kasih banyak kepada TIM KKN 12 Kelompok 4 sudah berpartisipasi di tempat kami,” ungkapnya.

Proses pemasangan jaringan pipa dan titik semprotan air di kebun TOGA oleh mahasiswa KKN UNDIP dibantu warga setempat.

Sistem penyiram otomatis ini dilengkapi dengan jaringan pipa distribusi yang terpasang di ketinggian sekitar 2,5 meter di atas kebun, dengan 9 titik keluaran air pada 4 titik bagian kiri dan 5 titik pada bagian kanan yang dapat menjangkau area kebun seluas sekitar 4×5 m.

Pengoperasian dilakukan melalui panel kontrol sederhana yang ditempatkan di lokasi strategis, memungkinkan siapa saja untuk mengoperasikannya dengan mudah.

Program ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan penelitian.

Melalui pendekatan teknologi tepat guna yang berbasis kebutuhan masyarakat, mahasiswa KKN-T UNDIP tidak hanya memberikan solusi praktis, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk mandiri dalam pengelolaan kebun TOGA.

Dengan adanya alat penyiram otomatis ini, diharapkan produktivitas kebun TOGA di RT 6 RW 1 Kelurahan Pedurungan Lor dapat meningkat, sehingga mendukung program kesehatan masyarakat berbasis tanaman herbal yang berkelanjutan.

Inovasi sederhana namun berdampak ini juga dapat menjadi model pengembangan untuk daerah lain dalam optimalisasi budidaya tanaman obat keluarga.

Editor: Handayat