JATENGKU.COM, BATANGMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 50 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah organik kepada petani dan peternak di Dukuh Rembul, Desa Tumbrep, Kabupaten Batang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi sederhana dalam mengolah limbah menjadi pupuk ramah lingkungan serta mendukung pertanian berkelanjutan.

Dukuh Rembul merupakan salah satu pedukuhan yang terletak di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Dukuh Rembul tergolong daerah dengan potensi pertanian yang melimpah, namun sayang permasalahan pengolahan limbah rumah tangga, pertanian, maupun peternakan masih menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian.

Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswa KKN-T Tim 50 Universitas Diponegoro mencoba menghadirkan solusi melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar limbah organik. Program ini diinisiasi oleh Bagas Dwi Nugraha, mahasiswa Prodi Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian.

Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Diniyah Dukuh Rembul pada Jumat malam (18/7/25) yang diikuti oleh puluhan warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan peternak. Pelaksanaan program dimulai dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar pupuk organik cair, manfaatnya bagi tanaman dan tanah, serta potensi pengurangan limbah melalui daur ulang sederhana.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi terkait cara pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar limbah organik. Mahasiswa memperlihatkan secara langsung proses pencampuran bahan, tahapan fermentasi, serta teknik penyimpanan agar hasil pupuk maksimal dan tahan lama. Para peserta, yang terdiri dari petani, peternak, dan perangkat dusun, tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan demonstrasi.

Mahasiswa KKN-T Tim 50 UNDIP mempraktikkan pembuatan pupuk organik cair dari limbah organik di hadapan warga Dukuh Rembul, Desa Tumbrep, Kabupaten Batang.

Usai demonstrasi, kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dengan peserta untuk memperdalam pengetahuan terkait pupuk organik cair berbahan dasar limbah organik. Antusiasme peserta selama keberjalanan program menjadi penanda bahwa kegiatan pelatihan ini disambut secara positif oleh masyarakat.

Ketua RW Dukuh Rembul, Bapak Mahsun, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Kegiatan semacam ini memang bagus untuk dilaksanakan. Apalagi terkait pengelolaan limbah yang dijadikan pupuk, hitung-hitung bisa untuk meningkatkan potensi pertanian disini.” ujar beliau.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Tim 50 Universitas Diponegoro berharap masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola limbah serta meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Editor: Handayat