JATENGKU.COM, SUKOHARJO – Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar aliran sungai, masih menjadi tantangan di beberapa wilayah pedesaan. Untuk mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah, Galuh Syaikah Benani, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dari Program Studi Administrasi Publik, melakukan pemasangan banner larangan membuang sampah di aliran sungai sebagai bentuk edukasi dan ajakan kepada warga Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar. Sungai sebagai salah satu sumber daya alam memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Sayangnya, masih banyak warga yang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah rumah tangga.

Melihat kondisi tersebut, Galuh berinisiatif membuat banner berisi larangan membuang sampah di sekitar aliran sungai Banner ini didesain dengan kalimat yang mudah dipahami dan dilengkapi gambar menarik agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan orang tua.

“Pemasangan banner ini merupakan aksi nyata kegiatan KKN untuk mendukung kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar aliran sungai tetap bersih dan mendorong kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah guna mewujudkan lingkungan desa yang bersih dan nyaman” Ujar Galuh

Proses pembuatan banner ini diawali dengan diskusi bersama perangkat desa untuk mengetahui titik-titik yang paling sering menjadi tempat pembuangan sampah. Setelah itu, Galuh menyusun desain banner dan berkonsultasi dengan pemerintah desa untuk proses pemasangan banner dan penetapan titik pemasangan banner.

Pemasangan banner dilakukan pada Sabtu, 19 Juli 2025 dan diletakkan di dekat jembatan pinggir aliran sungai yang menjadi tempat umum yang sering dilalui warga.

“Upaya ini sangat kami apresiasi karena membantu mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Harapannya, warga bisa lebih peduli dan mulai membuang sampah di tempatnya,” ujar Kepala Desa Plumbon

Dengan adanya banner ini, Galuh berharap masyarakat bisa menumbuhkan kebiasaan mengelola sampah dengan lebih baik, seperti memilah sampah organik dan anorganik, serta tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan. Menurutnya, kebersihan sungai adalah tanggung jawab bersama dan menjadi langkah awal untuk menciptakan desa yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua warganya.

Program ini juga menjadi contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti penyampaian pesan melalui media visual. Melalui pendekatan edukatif dan komunikasi yang tepat, mahasiswa KKN bisa menjadi jembatan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

Editor: Handayat