JATENGKU.COM, KLATENMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tahun 2026 yang bertugas di Desa Baturan, Kabupaten Klaten, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan kepada petani tomat mengenai prinsip kebersihan pascapanen, pemilihan kemasan sederhana, serta praktik pengemasan tomat yang benar dan aman. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pendampingan pemasaran hasil pertanian melalui platform e-commerce.

Program kerja tersebut diinisiasi oleh Monica Cintya Butarbutar, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, sebagai upaya mendukung petani dalam meningkatkan kualitas produk dan nilai jual hasil panen tomat. Kegiatan dilaksanakan secara langsung di lapangan dengan pendekatan praktik, sehingga petani dapat langsung memahami dan menerapkan materi yang diberikan.

Dalam kegiatan sosialisasi, petani diberikan pemahaman mengenai pentingnya kebersihan pascapanen untuk menjaga mutu tomat. Materi yang disampaikan meliputi proses sortir tomat berdasarkan tingkat kematangan dan kondisi fisik, pembersihan dari kotoran, serta penanganan yang tepat agar tomat tidak mudah rusak. Selain itu, petani juga diperkenalkan pada pemilihan kemasan sederhana namun higienis, seperti penggunaan kemasan plastik food grade atau keranjang berlubang yang memungkinkan sirkulasi udara selama penyimpanan dan distribusi.

Monica Cintya Butarbutar menjelaskan bahwa penanganan pascapanen dan pengemasan yang tepat berperan besar dalam menjaga kualitas produk hingga sampai ke konsumen. “Pengemasan yang baik tidak harus mahal. Dengan kemasan sederhana yang bersih dan aman, tomat dapat memiliki tampilan lebih menarik dan daya simpan yang lebih baik,” ujarnya.

 

Selain praktik pengemasan, petani juga mendapatkan edukasi mengenai pemasaran hasil panen melalui e-commerce. Materi mencakup pengenalan platform penjualan online, cara mengambil foto produk yang menarik, serta penyusunan deskripsi produk sederhana agar mudah dipahami konsumen. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu petani memperluas jangkauan pasar dan mengurangi ketergantungan pada tengkulak.

Pemerintah Desa Baturan mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan petani tomat. Dengan penerapan kebersihan pascapanen, pengemasan yang tepat, serta pemanfaatan pemasaran digital, petani Desa Baturan diharapkan mampu menghasilkan produk pertanian yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Undip Desa Baturan 2026 turut berkontribusi dalam mendukung pengembangan sektor pertanian desa yang berkelanjutan, adaptif, dan berorientasi pasar.

Editor: Handayat

Tag