JATENGKU.COM, BATANG — Kuliah Kerja Nyata Tematik Iptek bagi Desa Binaan Universitas Diponegoro (KKN-T IDBU UNDIP) tahun 2025 merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, dengan mengusung semangat kolaboratif, lintas ilmu, dan berbasis potensi lokal. Tim 1 Kelompok 4 KKN IDBU yang diketuai oleh Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., Ph.D., mengusung tema “Dari Limbah Menuju Berkah: Penguatan Ekonomi Sirkular di Desa Roban Barat Kabupaten Batang Melalui Pemanfaatan Produksi Kekerangan di Pesisir Utara Jawa Tengah” dan dibersamai oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu dr. Fathur Nurkholis, SpPD, K-P. beserta Dr. Hapsari Ayu Kusumawardhani, S.E., M.E., turut berperan aktif dalam kegiatan ini yang berada di Dukuh Roban Barat, Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Salah satu fokus utama kegiatan di wilayah pesisir ini adalah peningkatan kesadaran dan praktik Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sebuah pendekatan yang digagas oleh dr. Fathur Nurkholis, SpPD, K-P., untuk mendorong masyarakat hidup lebih sehat melalui kebiasaan sederhana namun berdampak.
Program PHBS ini kemudian dikembangkan oleh Kelompok 4 Tim 1 menjadi berbagai bentuk kegiatan yang aplikatif di lapangan, salah satunya melalui program “TOGARDEN: Budidaya tanaman Obat sebagai Upaya Kesehatan Mandiri Warga di Daerah Pesisir ”, yakni pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai solusi kesehatan mandiri di tengah keterbatasan akses layanan medis.
Keterbatasan layanan kesehatan di Dukuh Roban Barat masih menjadi tantangan nyata. Lokasi yang cukup jauh dari pusat medis dan ketergantungan ekonomi pada sektor perikanan membuat solusi kesehatan alternatif menjadi kebutuhan mendesak.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kelompok 4 Tim 1 UNDIP hadir dengan pendekatan berbasis potensi lokal, melalui penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) yang mudah dibudidayakan seperti jahe, kunyit, sereh, lengkuas, lidah buaya, dan temulawak.

Setiap mahasiswa Tim 1 Kelompok 4 turut berkontribusi dalam bentuk program kecil yang saling mendukung. Di antaranya adalah pembuatan media visual tentang hak dan kewajiban warga dalam PHBS, penyusunan booklet terkait manfaat dan penyajian TOGA secara lengkap, artikel berita online untuk dokumentasi partisipasi masyarakat, serta penyusunan SOP perawatan tanaman.
Selain itu, dikembangkan pula analisis biaya sosial hidup sehat, media edukasi digital berbasis platform terbuka, skema TO-Garden untuk pengembangan produk olahan hasil dari budidaya tanaman TOGA.
Tidak kalah penting, sistem jadwal perawatan taman TOGA secara bergilir juga disusun agar tanaman dapat tumbuh secara maksimal. Kemudian disusun juga media poster edukatif tentang manfaat budidaya TOGA dan perbandingan praktik pengolahan TOGA di negara Jepang.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat terlibat langsung dalam praktik mulai dari budidaya, penyuluhan manfaat tanaman dan pengolahan dasar untuk keperluan sehari-hari seperti mengatasi masuk angin, gangguan pencernaan, dan nyeri otot ringan.
Mahasiswa menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya untuk menjawab kebutuhan jangka pendek, namun juga sebagai pijakan menuju pola hidup sehat dan mandiri secara jangka panjang.
Dengan melibatkan ibu rumah tangga dan pemuda. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang menghidupkan kembali kearifan lokal.
TOGA juga diharapkan menjadi titik awal masyarakat pesisir dalam memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif alami, terjangkau, dan berkelanjutan. Dalam jangka panjang, TOGA bahkan berpotensi dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif seperti minuman herbal, minyak gosok, hingga sabun alami.
Adapun Tim KKN Tematik Universitas Diponegoro Tim 1 terbagi ke dalam lima kelompok. Di Tim 1 terdapat beberapa Dosen Pembimbing KKN yaitu, Prof. Dr. Indah Susilowati, M.Sc., Prof. Dr. Waridin, M.S., Prof Dr Nugroho, SBM., M.Si, Dr. Hapsari, M.Si., Dr. Ita Widowati, M.Sc., dr. Fathur Nur Kholis, Sp.D., dr. Dinda Saraswati, Sp.D., dr. Ika Vemilllia, Sp.D., dr. Rizky Rakhmayanti, Sp.D., dan dr. Prisca Luftia Rani, Sp.D.










