JATENGKU.COM, Wonogiri — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM 131 Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja monodisiplin berupa *Sosialisasi Perawatan Mesin UMKM* pada Rabu, 5 Februari 2026 di Dusun Cengklok, Desa Kerjo Lor, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini dilakukan oleh Afdhol Arafat sebagai bentuk pendampingan teknis kepada pelaku usaha lempeng yang menjadi mayoritas mata pencaharian warga setempat.
Program sosialisasi difokuskan pada edukasi perawatan mesin produksi yang digunakan dalam proses pembuatan lempeng, meliputi mesin penggiling, mesin penumbuk, serta mesin peniris minyak. Mesin-mesin tersebut merupakan alat utama dalam proses produksi sehingga kondisi dan kebersihannya sangat berpengaruh terhadap kualitas produk serta kelancaran produksi UMKM.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan langsung kepada pelaku usaha mengenai langkah-langkah perawatan mesin setelah digunakan, seperti membersihkan sisa bahan produksi yang menempel, mengeringkan komponen mesin, serta melakukan pengecekan baut dan suara mesin secara berkala. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman pentingnya menjaga kondisi mesin peniris minyak dengan memastikan tabung selalu dicuci bersih, mesin dalam kondisi kering, serta tidak melebihi kapasitas penggunaan.

Sosialisasi juga menekankan beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan, antara lain penggunaan mesin dalam kondisi basah, membiarkan mesin kotor, memaksa mesin bekerja terus-menerus tanpa jeda, serta mengabaikan perawatan rutin. Hal tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan mesin, menurunkan kualitas produk, bahkan meningkatkan biaya produksi.
Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diberikan pemahaman bahwa perawatan mesin tidak hanya bertujuan menjaga alat tetap berfungsi, tetapi juga berdampak langsung pada keberlanjutan usaha. Mesin yang terawat mampu memperpanjang usia pakai, memperlancar proses produksi, menghemat biaya perbaikan, serta menghasilkan produk yang lebih bersih dan berkualitas.
Warga Dusun Cengklok menyambut kegiatan sosialisasi dengan antusias. Para pelaku usaha aktif berdiskusi dan menyampaikan kendala yang selama ini dihadapi, terutama terkait mesin yang cepat panas dan sering mengalami penurunan performa. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan pelaku UMKM dapat menerapkan perawatan rutin secara mandiri.
Program kerja monodisiplin ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendukung keberlanjutan UMKM desa melalui peningkatan pengetahuan teknis produksi. Diharapkan, setelah kegiatan ini, pelaku usaha lempeng di Dusun Cengklok mampu meningkatkan efisiensi produksi serta menjaga kualitas produk sehingga dapat memperkuat daya saing usaha mereka.











