JATENGKU.COM, BATANGMahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) mengambil peran aktif dalam mendorong pengelolaan limbah rumah tangga melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) melalui skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, pada Juli–Agustus 2025.

Program dengan mengusung tema “Pengolahan Limbah Organik menjadi Ekoenzim”  ini berfokus pada pemanfaatan limbah organik rumah tangga, terutama kulit buah dan sayur, yang biasanya terbuang begitu saja sebagai sampah rumah tangga, untuk diolah menjadi produk multifungsi bernilai tambah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendorong perilaku ramah lingkungan, tetapi juga mengajarkan solusi praktis dalam mengurangi beban sampah organik yang kian menumpuk.

Ekoenzim merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik dengan gula merah dan air. Cairan ini dapat difungsikan sebagai pembersih alami, penghilang bau, pengusir serangga, hingga pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman. Dengan kata lain, ekoenzim mampu menggantikan sebagian besar produk kimia rumah tangga yang harganya relatif lebih mahal sekaligus berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

Dalam praktiknya, mahasiswa menjelaskan proses pembuatan ekoenzim tidak membutuhkan peralatan rumit. Warga cukup menyiapkan wadah sederhana seperti galon plastik, botol bekas, atau ember. Bahan bakunya pun mudah diperoleh dari sisa aktivitas rumah tangga, yaitu kulit buah atau sayur, ditambah gula merah dan air dengan perbandingan 3:1:10.

Untuk memperluas pemahaman, mahasiswa melaksanakan serangkaian kegiatan, mulai dari pembagian leaflet hingga sosialisasi langsung tentang proses dan manfaat ekoenzim. Dalam forum sosialisasi, warga diberi kesempatan untuk melihat contoh bahan, memahami tahapan pembuatan, hingga mencoba praktik langsung. Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif, disertai sesi tanya jawab yang membahas manfaat jangka panjang ekoenzim serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Respon warga Desa Tumbrep pun sangat positif. Mereka mengaku terbantu dengan pengetahuan baru ini karena sebelumnya limbah organik rumah tangga seringkali hanya dibakar atau dijadikan pakan ternak seadanya. Dengan adanya program ini, limbah tersebut bisa diubah menjadi produk yang memberi nilai tambah nyata. Beberapa warga bahkan menyampaikan rencana untuk melanjutkan pembuatan ekoenzim secara mandiri setelah program selesai, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen pelaksana: Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom. dan Dr. Adi Nugroho, M.Si. dari Universitas Diponegoro, serta Alfia Magfirona, S.T., M.T. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sebagai penutup, tim PMM Undip menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang telah mendukung penuh program ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini merupakan bagian dari hibah PMM Kemdiktisaintek Tahun 2025 sesuai kontrak pelaksanaan kegiatan: Nomor: 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk) dan Nomor: 360-11/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan).

Editor: Handayat