JATENGKU.COM, WonogiriMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari kelompok Saintek melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan berupa penyusunan dan sosialisasi Peta Tata Guna Lahan Desa Ngadirojo Lor sebagai upaya melengkapi fasilitas data spasial desa yang akurat, informatif, dan mudah digunakan.

Program kerja ini dilaksanakan oleh Fayyadh Althaf Zulfaa, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dari Program Studi Teknik Geologi pada Senin (27/1/2026),. Kegiatan difokuskan pada pembuatan peta tata guna lahan yang disusun berdasarkan pengolahan data spasial serta divalidasi melalui pengambilan data primer di lapangan guna memastikan kesesuaian antara peta dan kondisi aktual wilayah desa.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan pemetaan penggunaan lahan yang meliputi kawasan permukiman, sawah, ladang, kebun, jaringan jalan, sungai, serta batas dusun. Data tersebut dikompilasi dan diverifikasi melalui observasi langsung, sehingga peta yang dihasilkan memiliki tingkat ketelitian yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis. Hasil pemetaan kemudian disajikan dalam bentuk peta cetak fisik serta file digital yang dapat dioperasikan pada aplikasi Global Positioning System (GPS).

Peta Tata Guna Lahan ini memiliki fungsi utama sebagai media informasi spasial desa yang menggambarkan kondisi pemanfaatan ruang secara menyeluruh dan sistematis. Keberadaan peta ini memudahkan perangkat desa dan masyarakat dalam memahami sebaran penggunaan lahan, mengenali potensi wilayah, serta mengidentifikasi area yang dapat dikembangkan maupun perlu dilindungi. Selain itu, peta ini juga dapat dimanfaatkan sebagai data pendukung perencanaan pembangunan desa, pengelolaan tata ruang, serta dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis data.

Keunggulan Peta Tata Guna Lahan yang disusun dalam program KKN ini terletak pada validasi langsung di lapangan, sehingga informasi yang disajikan lebih akurat dan sesuai dengan kondisi eksisting. Format peta yang tersedia dalam bentuk digital juga memberikan kemudahan dalam pembaruan data, integrasi dengan perangkat GPS, serta pemanfaatan untuk kebutuhan administrasi dan perencanaan jangka panjang desa.

Selain pembuatan peta, mahasiswa KKN juga melaksanakan sosialisasi kepada perangkat desa dan masyarakat mengenai cara membaca, memahami, serta memanfaatkan Peta Tata Guna Lahan. Sosialisasi ini bertujuan agar peta tidak hanya menjadi arsip, tetapi dapat digunakan secara aktif sebagai alat informasi dan perencanaan desa.

Sekretaris Desa Ngadirojo Lor, Ibu Dwi, menyampaikan apresiasinya terhadap program kerja tersebut.
“Peta tata guna lahan ini sangat membantu desa dalam memahami kondisi wilayah secara menyeluruh. Informasinya jelas dan mudah dipahami, sehingga dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan dan pengelolaan wilayah desa ke depannya,” ujarnya.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berharap Peta Tata Guna Lahan yang telah disusun dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Desa Ngadirojo Lor, khususnya dalam meningkatkan kualitas informasi spasial desa, mendukung perencanaan pembangunan yang terarah, serta mendorong pengelolaan wilayah desa yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Editor: Handayat

Tag