JATENGKU.COM, PekalonganMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 1 Kelompok 54 Desa Ketitang Lor melaksanakan program kerja bidang Sosial dan Masyarakat (Sosmas) yang berfokus pada Peningkatan Mutu dan Daya Tahan Ikan Asap melalui Teknik Pengemasan Vakum.

Program ini digagas oleh Luthan Maulana dari Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, serta didukung oleh rekan-rekannya, yaitu Yaser Rafi P. (Sastra Indonesia), Dandy Kuniawan (Peternakan), Fasya Anindita L. P. (Ekonomi), Lucky Aditya B. (Teknik Elektro), Shekina Abelia M. U. (Teknik Mesin), Naya Nasywaa A. (Arsitektur), dan I Wayan Nararya N. P. (Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan).

Program kerja ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ikan asap di Desa Ketitang Lor, khususnya dalam hal distribusi produk ke luar kota. Selama ini, produk ikan asap memiliki daya simpan yang terbatas sehingga sulit dipasarkan ke wilayah yang lebih luas. Beberapa pelaku usaha sebelumnya telah mencoba menggunakan alat pengemas vakum, namun hasilnya belum optimal karena produk masih mengalami kerusakan saat tiba di lokasi tujuan.

Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berinisiatif memberikan pendampingan dan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai teknik pengemasan vakum yang tepat, higienis, dan sesuai standar. Kegiatan ini meliputi sosialisasi, praktik langsung penggunaan alat vakum, serta pemberian pemahaman mengenai pentingnya kebersihan bahan baku, proses pengolahan, dan penyimpanan sebelum distribusi.

Ketua KKN Tim 1 Kelompok 54, Luthan Maulana, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Melalui program pengemasan vakum ini, kami berharap ikan asap produksi masyarakat dapat memiliki daya simpan yang lebih lama sehingga dapat dipasarkan hingga ke luar kota tanpa mengurangi kualitas,” ujarnya.

Mahasiswa KKN UNDIP Tingkatkan Daya Saing UMKM Ikan Asap melalui Pengemasan Vakum di Desa Ketitang Lor

Salah satu pelaku UMKM ikan asap, Ibu Sulali, menyampaikan bahwa dirinya merasa terbantu dengan adanya program tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UNDIP atas pendampingan yang telah diberikan. “Dengan adanya alat vakum dan bimbingan dari mahasiswa KKN, saya menjadi lebih memahami cara mengemas ikan asap dengan baik. Saat ini, produk saya lebih tahan lama dan lebih percaya diri untuk dipasarkan ke luar kota,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Mitra Mina Mandiri UMKM Ikan Asap, Bapak Tabari, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program kerja tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha dalam meningkatkan mutu dan daya saing produk. “Program ini sangat membantu kami dalam mengembangkan usaha ikan asap. Namun, kami menyayangkan waktu pelaksanaan KKN yang relatif singkat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan dan dikembangkan pada masa mendatang,” ungkapnya.

Selain meningkatkan mutu produk, program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Dengan meningkatnya daya simpan produk, pelaku UMKM memiliki peluang yang lebih besar untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan pendapatan.

Masyarakat menyambut baik kegiatan ini dan merasa terbantu dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN, khususnya dalam memahami teknik pengemasan yang lebih modern dan efektif.

Melalui program Peningkatan Mutu dan Daya Tahan Ikan Asap ini, mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Kelompok 54 menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi desa serta meningkatkan daya saing produk unggulan Desa Ketitang Lor di tingkat regional maupun nasional.

Editor: Handayat

Tag