JATENGKU.COM, BOYOLALI — Mahasiswi Ivet Semarang yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) mandiri di Rt 02 Desa Wonosegoro, Kec. Wonosegoro, Kab. Boyolali. Tafsiroh dari jurusan RPL PG PAUD dengan NPM 2624130049 mengadakan program pengabdian masyarakat, salah satu program kerja yang dijalankan mahasiswa KKN adalah membantu kegiatan rutin Posyandu dan memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang anak menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), bukan hanya sekadar menimbang berat badan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Ngusdi Saras, Dusun Jaragan, Desa Wonosegoro, Kecamatan Wonosegooro, Kabupaten Boyolali pada Jummat (16/9/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut kader posyandu, ibu-ibu balita, serta Bidan yang bertugas di desa tersebut. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan anak usia dini sekaligus untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemantauan perkembangan anak secara menyeluruh.

Menurut Tafsiroh, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan di masyarakat yang masih menganggap posyandu hanya sebatas menimbang berat badan anak setiap bulan. Padahal, tumbuh kembang anak tidak hanya dilihat dari aspek fisik seperti berat dan tinggi badan, tetapi juga perkembangan motorik, bahasa, sosial, serta kognitif yang bisa diukur melalui KPSP.

“Kami ingin memberikan pengetahuan baru kepada orang tua bahwa tumbuh kembang anak perlu diperhatikan secara menyeluruh. Dengan KPSP, orang tua bisa mengetahui apakah perkembangan anak sesuai dengan usianya atau ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian lebih,” ungkap Tafsiroh saat memberikan sambutan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membantu kader posyandu menyiapkan tempat, mendata anak balita yang hadir, serta mendampingi orang tua dalam mengisi KPSP. Mahasiswa juga memberikan penjelasan sederhana tentang cara mengamati perkembangan anak, seperti kemampuan anak berjalan, berbicara, menggenggam benda kecil, hingga berinteraksi dengan orang lain.

Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh para ibu balita. Sebanyak 15 anak hadir bersama orang tuanya, dan masing-masing anak mendapat pemeriksaan tumbuh kembang dengan KPSP sesuai kelompok usia. Setelah pemeriksaan, mahasiswa bersama kader posyandu memberikan hasil kepada orang tua dan menjelaskan tindak lanjut yang harus dilakukan.

Kepala Rt 02 Dusun Jaragan, Bapak Supriyanto, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang telah membantu jalannya posyandu sekaligus memberikan wawasan baru bagi masyarakat. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKN Universitas Ivet. Selama ini, masyarakat hanya fokus pada berat badan anak. Dengan adanya sosialisasi KPSP ini, orang tua jadi lebih tahu bagaimana memantau perkembangan anak mereka secara menyeluruh,” tutur Supriyanto.

Salah satu ibu balita, Ibu Evi, merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia mengaku baru pertama kali mengenal KPSP dan merasa senang karena mendapat panduan praktis untuk menilai perkembangan anaknya di rumah. “Biasanya saya hanya menimbang anak setiap bulan. Tapi dengan KPSP ini, saya bisa tahu perkembangan lain yang perlu diperhatikan. Anak saya berusia dua tahun, ternyata sudah bisa mengikuti arahan sederhana. Rasanya lebih tenang setelah mendapat penjelasan dari mahasiswa,” ujar Ibu Evi.

Mahasiswa membantu memeriksa perkembangan anak menggunakan KPSP

Selain sosialisasi KPSP, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya stimulasi dini pada anak. Mereka mencontohkan permainan sederhana yang bisa dilakukan orang tua di rumah, seperti bermain menyusun balok, bernyanyi bersama, atau membacakan buku cerita. Kegiatan ini bertujuan agar anak tidak hanya tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga berkembang optimal dalam aspek motorik, bahasa, dan sosial emosional.

Kegiatan mahasiswa KKN dalam membantu posyandu dan memberikan sosialisasi KPSP ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua, bahwa kesehatan anak tidak hanya diukur dari berat badan, tetapi juga dari perkembangan kemampuan anak sesuai tahapan usianya. Dengan demikian, apabila ditemukan keterlambatan perkembangan, orang tua bisa segera melakukan stimulasi atau berkonsultasi ke tenaga kesehatan.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa KKN tidak hanya hadir untuk belajar, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan sederhana di posyandu, mahasiswa mampu menumbuhkan kesadaran baru akan pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang anak secara menyeluruh, sehingga generasi masa depan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.

Editor: Handayat