Pada Sabtu, 2 Agustus 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan berupa sosialisasi di Posyandu Dusun Kalegen Kidul, Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan jadwal pelayanan rutin posyandu yang meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala anak, pemberian vitamin, serta pemberian makanan tambahan (PMT). Sasaran utama kegiatan adalah ibu-ibu yang sedang mengantar anaknya ke posyandu, sehingga diharapkan pesan kesehatan dapat langsung diterima oleh para pengasuh utama dalam keluarga. Sosialisasi ini menghadirkan tiga pemateri mahasiswa dari disiplin ilmu yang berbeda, yakni Psikologi, Arsitektur, dan Oseanografi, dengan topik yang saling melengkapi untuk mewujudkan keluarga dan lingkungan yang sehat.
Sesi pertama dibawakan oleh Shoffiyah Salsabila, mahasiswa Fakultas Psikologi, yang mengangkat topik tentang stres pengasuhan. Dalam pemaparannya, Shoffiyah menjelaskan bahwa stres pengasuhan merupakan tekanan emosional yang dialami orang tua dalam menjalankan perannya mendidik dan merawat anak. Ia menguraikan berbagai penyebab stres, mulai dari faktor kesiapan menjadi orang tua, faktor kesulitan anak, tuntutan sosial, hingga kelelahan fisik dan mental yang sering dialami ibu-ibu dalam aktivitas sehari-hari. Dampak stres pengasuhan pun tidak bisa dianggap remeh, karena dapat memengaruhi hubungan antara orang tua dan anak, bahkan berpengaruh pada tumbuh kembang si kecil. Untuk itu, Shoffiyah membagikan beberapa cara sederhana dalam mengelola stres, salah satunya adalah dengan teknik butterfly hug, yakni metode menenangkan diri dengan memberikan ketukan ringan di bahu sambil menarik napas secara teratur. Teknik ini kemudian langsung dipraktikkan bersama peserta, sehingga ibu-ibu bisa merasakan manfaatnya secara langsung sebagai bentuk relaksasi sederhana di tengah kesibukan sehari-hari.
Materi berikutnya disampaikan oleh Diah Saputri, mahasiswa Fakultas Arsitektur, yang membahas tentang pentingnya mewujudkan rumah sehat bagi keluarga. Ia menjelaskan bahwa rumah sehat tidak hanya berkaitan dengan bangunan fisik, tetapi juga menyangkut kondisi lingkungan di dalamnya. Menurut Diah, sebuah rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi beberapa kriteria, di antaranya memiliki pencahayaan alami yang cukup, ventilasi udara yang memadai, kondisi lantai dan dinding yang bersih, serta sistem pembuangan limbah rumah tangga yang baik. Selain itu, lingkungan sekitar rumah juga perlu diperhatikan, seperti ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah yang tepat, dan kebersihan halaman. Dengan kondisi rumah yang sehat, keluarga dapat terhindar dari berbagai penyakit, khususnya penyakit menular yang sering menyerang anak-anak. Pemaparan ini menjadi penting bagi masyarakat Kalegen Kidul, karena sebagian besar aktivitas keluarga terpusat di rumah, sehingga rumah yang sehat akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup penghuninya.
Sesi terakhir dibawakan oleh Rima Putri Pertiwi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan jurusan Oseanografi, yang memberikan sosialisasi mengenai ikan dan bahaya mikroplastik. Rima menjelaskan bahwa ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk pertumbuhan anak dan pemenuhan gizi keluarga. Namun, belakangan ini muncul isu mengenai kandungan mikroplastik yang dapat terdapat di dalam ikan akibat pencemaran lingkungan laut. Apabila ikan yang sudah terkontaminasi dikonsumsi secara terus-menerus, hal ini dapat menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang, termasuk gangguan pada sistem pencernaan dan metabolisme tubuh. Untuk itu, Rima mengajak masyarakat lebih bijak dalam memilih ikan yang sehat, dengan memperhatikan kesegaran ikan, bau alami, tekstur daging, serta menghindari ikan yang tampak kurang segar atau berasal dari perairan tercemar. Dengan cara ini, masyarakat tetap bisa memperoleh manfaat dari konsumsi ikan tanpa khawatir terhadap bahaya mikroplastik.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para ibu-ibu tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi dengan para pemateri. Keterlibatan peserta semakin terasa ketika mereka diajak langsung mempraktikkan teknik butterfly hug, yang membuat suasana kegiatan lebih interaktif dan menyenangkan. Kehadiran mahasiswa KKN Undip di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan pengetahuan baru yang aplikatif, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal informasi mengenai pengasuhan sehat, kriteria rumah sehat, serta cara memilih ikan yang aman dari mikroplastik, masyarakat Kalegen Kidul diharapkan semakin peduli terhadap kesehatan keluarga dan lingkungannya.










