JATENGKU.COM, SemarangMahasiswaUniversitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang tergabung pada kelompok 10 dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata “KKN UPGRIS Mengabdi” dalam program literasi pengolahan limbah rumah tangga menjadikan solusi terhadap pencemaran lingkungan di RT 01 RW 07, Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati. Kelompok 10 KKN UPGRIS Mengabdi berlangsung di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan (DPL), Bapak Arisul Ulumuddin, S.Pd, M.Pd.

Literasi dan sosialisasi tutorial pembuatan Bio Wash sebagai sabun cair organik dari mikroba lokal dan juspro promix sebagai pupuk hayati berbasis probiotik untuk tanaman produktif, hal ini dilakukan pada saat pertemuan rutin bulanan ibu-ibu PKK.

Program Literasi pengolahan limbah dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026 pukul 15.00-17.00 WIB di rumah anggota PKK, dengan peserta ibu-ibu. Kegiatan pertemuan rutin PKK diagendakan setiap bulan serta anggota PKK mengusulkan edukasi-edukasi terbaru untuk sharing knowledge sehingga membantu menyukseskan program kerja melalui Program Literasi “Kesehatan dan Gaya Hidup Sehat” yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pengelolaan limbah rumah tangga serta penerapan konsumsi dan gaya hidup sehat, program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu: Poin 3 (Desa Sehat) yang menekankan pada standarisasi kesehatan dan pencegahan penyakit, Poin 6 (Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi) yang berorientasi akan ketersediaan air bersih dan sanitasi berkelanjutan, serta Poin 12 (Konsumsi dan Produksi Sadar Lingkungan) yang mendorong kesadaran masyarakat agar lebih bijak, efisien, dan ramah lingkungan dalam kegiatan konsumsi serta pengolahan limbah yang tepat guna.

Mahasiswa KKN UPGRIS Mengikuti Pelatihan Bio Wash Promic sebagai Solusi Pengolahan Limbah Rumah Tangga dan dan Juspro Promic bagi Kesehatan

Pemateri dalam pelatihan pembuatan Bio Wash dan Juspro Promix diisi oleh Bu Vajar selaku pemateri dari Koordinator Cabang Semarang Barat, yang memandu jalannya pelatihan ini. Mahasiswa KKN serta ibu-ibu PKK memahami cara pembuatan Bio Wash yaitu sebagai pupuk cair organik untuk media tanam serta sabun cair alami. Bio Wash terbuat dari air bersih, limbah kulit buah dengan wangi yang tajam seperti Kulit Jeruk, Nanas, Jambu Kristal, Apel dan menggunakan biang Promix untuk memaksimalkan proses fermentasi. Tentunya tidak hanya Bio Wash saja ada juga Juspro Promix untuk manfaat kesehatan dengan mengonsumsi Juspro Promix sebagai detox kesehatan, mengontrol hipertensi, obat pencernaan serta manfaat lainnya.

“Kita bisa mengolah buah sebagai minuman probiotik dalam 3-4 hari, dengan menggonsumsi Juspro Promix yang didapatkan dari hasil fermentasi, lalu manfaatkan airnya untuk dikonsumsi dengan perbandingan 1:1 SDM dan Gelas Belimbing. Mampu memperoleh kesehatan bagi pencernaan khususnya dmanfaat dari detox” Ujar bu Fajar saat menjelaskan manfaat Juspro Promix kepada peserta.

Selama pelatihan berlangsung, Mahasiswa mengikuti praktik langsung dengan membantu mencampur bahan-bahan biowash dan juspro promix dan memahami proses fermentasi tersebut. Warga ikut berantusias dan melontarkan pertanyaan dengan minat untuk membuat bio wah maupun juspro promix secara mandiri di rumah. “Ternyata mudah proses pembuatannya dan saya tertarik untuk membuat juspro promix yang berdampak pada kesehatan” ujar beberapa warga lalu mengicipi sample juspro promix yang terbuat dari buah naga.

Melalui program pengabdian ini diharapkan masyarakat mengetahui serta memahami tata cara pengelolaan limbah rumah tangga dari limbah organik yang selama ini tidak dianggap bernilai justru mampu memberikan manfaat bagi kesehatan serta lingkungan.

Program literasi dan sosialisasi ini mendapat dukungan dari masyarakat sebagai dalam mengatasi limbah rumah tangga dari isu pencemaran lingkungan yang dekat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui program tambahan kegiatan KKN ini diharapkan tidak hanya menjadi program pendek tetapi mampu menumbuhkan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah secara bijak, sehingga tercipta lingkungan desa yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.

Editor: Handayat

Tag