JATENGKU.COM, SEMARANG — Dalam rangka untuk mendukung program pengelolaan limbah di sekitar masyarakat, Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU Tim 85 UNDIP melaksanakan kegiatan sosialiasi dan demonstrasi mengenai “Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Sayuran sebagai Pupuk Organik Cair (POC)”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 9 Agustus 2025 yang bertepatan dengan agenda pertemuan rutin PKK di wilayah RT 2/RW 4 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Terlaksananya program ini sebagai salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga agar menjadi suatu produk yang memiliki nilai tambah bagi pertanian maupun lingkungan.
Hal ini juga dilatarbelakangi dengan adanya bank sampah di wilayah RW 4 yang masih hanya berfokus pada pengelolaan limbah anorganik, seperti limbah plastik saja. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa lebih memperluas wawasannya terkait pengelolaan limbah organik agar dapat dimanfaatkan kembali.

Sosialisasi dan demonstrasi ini dilaksanakan secara langsung oleh Aulia Rahma Luthfiyani (mahasiswa prodi Agroekoteknologi), yang memaparkan materi tentang Pupuk Organik Cair (POC) dengan rincian materi diantaranya yaitu pengertian POC, ciri keberhasilan dan kegagalan dalam pembuatan POC, serta langkah-langkah pembuatannya yang sederhana dengan menggunakan bahan serta peralatan yang mudah diperoleh.
Dalam penjelasannya, Aulia menyebutkan bahwa POC merupakan pupuk cair yang berasal dari bahan organik, misalnya seperti kompos, sisa tanaman atau limbah sayur. Bahkan, Aulia menyebutkan bahwa POC juga bisa dibuat dari bahan limbah hasil cucian air beras yang pertama. Selain itu, ia juga memaparkan mengenai ciri POC yang berhasil, yaitu berwarna kuning kecoklatan, tidak panas, dan beraroma fermentasi menyerupai tape, serta ciri kegagalan, seperti menimbulkan bau yang busuk.
Setelah sesi penjelasan, Aulia juga menunjukkan secara langsung pembuatan POC. Bahan yang digunakan diantaranya yaitu limbah sayur (2 liter), air (4 liter), molase (200 ml), dan EM 4 (200 ml). Pembuatan POC terdiri dari beberapa tahap, diantaranya yaitu pemotongan limbah sayur menjadi ukuran yang kecil – kecil, pencampuran bahan sesuai dengan takaran, hingga proses fermentasi dalam galon yang dilengkapi dengan saluran gas sederhana dengan menyambungkan selang pada botol ukuran 1,5 L berisi air. Ia juga mengingatkan terkait pentingnya untuk membuka tutup botol galon selama 2 – 3 hari sekali untuk mengurangi tekanan gas selama proses fermentasi berlangsung.
Aulia Rahma Luthfiyani turut untuk membagikan POC hasil produk buatan sendiri kepada salah satu ibu pengurus taman toga di Wilayah RT 2 sebagai bentuk dukungan terhadap adanya gerakan pengelolaan limbah organik. Produk tersebut dapat digunakan oleh warga untuk mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk kimia.
Adanya sosialisasi dan demonstrasi ini berhasil memperoleh tanggapan positif dari ibu-ibu PKK, yang ditandai dengan adanya pertanyaan terkait takaran untuk pembuatan POC, takaran ketika diaplikasikan ke tanaman dan bahan bahan yang digunakan diperoleh darimana saja. Ibu-ibu PKK menyambut kegiatan ini dengan antusias. “Terimakasih kepada adik-adik KKN UNDIP atas ilmu barunya yang sangat bermanfaat bagi ibu-ibu disini semua” ujar ibu ketua RT 2.
Harapannya, adanya kegiatan ini dapat membantu untuk pengembangan bank sampah di wilayah RW 4 sehingga tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah anorganik, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik menjadi suatu produk bermanfaat.
Penulis: Aulia Rahma Luthfiyani, Mahasiswi Agroekoteknologi
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL):
1. Dr.techn. Asep Muhamad Samsudin, S.T., M.T.
2. Prof. Dr.Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T.










