JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau UNNES GIAT 13 melaksanakan kegiatan demo pembuatan nugget lele di Desa Ketanggi, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Senin 3 November 2025. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal desa yang memiliki banyak peternak lele dan menginovasikan menjadi produk olahan nugget.

Ketua kelompok KKN UNNES, Rizal Hamzah Ardhani, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan inovasi olahan hasil panen lele agar memiliki nilai jual lebih tinggi. “Desa Ketanggi memiliki potensi besar dalam budidaya lele. Kami ingin membantu masyarakat mengembangkan produk olahan seperti nugget lele agar bisa menjadi peluang usaha baru dan menjadi produk olahan baru untuk menu makanan anak agar mencegah stunting” ujar Rizal.

Demo pembuatan nugget lele ini diikuti oleh ibu-ibu PKK dan kader posyandu, dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menunjukkan cara mengolah lele menjadi nugget, mulai dari proses pembersihan ikan, penggilingan, pencampuran bumbu, pencetakan adonan, hingga tahap penggorengan.

Selain memberikan pelatihan teori dan praktik, tim KKN juga membagikan leaflet resep, tata cara pengelohan dan informasi kandungan yang ada pada olahan nugget lele tersebut “Kami berharap nugget lele ini tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga bisa dipasarkan sebagai produk unggulan Desa Ketanggi,” tambah Pinky Amanda.

Ibu Isnianti, salah satu peserta demo, menyampaikan bahwa ia mendapatkan ilmu baru dari kegiatan tersebut. “Biasanya lele hanya digoreng atau dibakar. Ternyata bisa diolah jadi nugget, rasanya enak dan anak-anak pasti suka. Ini bisa jadi ide usaha juga,” ungkapnya.

Program kerja ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN UNNES dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa berbasis potensi lokal. Selain demo pembuatan nugget lele, kelompok KKN juga merencanakan kegiatan lain seperti pengolahan limbah kolam lele, pemasaran digital produk UMKM, dan edukasi terkait kebersihan lingkungan.

Mahasiswa KKN UNNES GIAT 13 berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Ketanggi serta menjadi langkah awal lahirnya produk-produk inovatif berbasis hasil tani dan ternak desa.

Editor: Handayat