SEMARANG, JATENG.ORG — Magang bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga kesempatan untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Hal ini pula yang saya rasakan saat menjalani program magang di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang) sebagai mahasiswaUniversitas PGRI Semarang (UPGRIS).
Selama magang, saya, Amanda Meylani, berkesempatan memahami secara langsung penerapan manajemen kebencanaan di instansi pemerintah. Saya dilibatkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari pengumpulan dan pengelolaan data kebencanaan, penyusunan laporan, hingga pendampingan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Semua pengalaman tersebut mengajarkan saya pentingnya manajemen waktu, kerja sama tim, dan pengambilan keputusan cepat dalam menghadapi situasi darurat.
Menurut saya, pengalaman ini tidak hanya memberikan pembelajaran teknis, tetapi juga memperluas kemampuan manajerial. “Saya belajar bagaimana setiap bagian memiliki peran penting dan harus saling terkoordinasi agar penanganan bencana berjalan efektif,” ujar saya.
Pihak BPBD Kota Semarang memberikan bimbingan langsung selama program magang. Dari mereka, saya mendapatkan wawasan nyata mengenai strategi dan kebijakan penanggulangan bencana, mulai dari manajemen risiko hingga evaluasi pascakejadian.
Program magang ini membuktikan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermanfaat. Saya tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mengasah kompetensi manajerial yang relevan untuk menghadapi dunia profesional di masa depan.







