JATENGKU.COM, Surabaya — Di zaman sekarang yang sudah serba canggih dan saling terhubung, rasa nasionalisme dan bangga terhadap cinta air mengalami ancaman. Ini menjadi masalah yang besar, terutama kepada keberlangsungan negara Indonesia. Tergerusnya rasa nasionalisme ini terutama dapat dirasakan pada kalangan muda yang sebagian besar sudah terhubung dengan gawai sejak mereka masih muda. Menanggapi hal ini, Universitas Airlangga mengadakan program “Proyek Kebangsaan” yang dilakukan oleh mahasiswa dengan tujuan meningkatkan rasa cinta tanah air pada mahasiswa dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa Universitas Airlangga adalah “Penanaman Karakter Cinta Tanah Air Sejak Dini”, yang dilaksanakan di TK Bahtera Kasih Bunda.

Nasionalisme adalah suatu hal penting yang sering kali dianggap remeh oleh kalangan muda. Dengan nasionalisme, keberlangsungan dan keamanan dari suatu negara dapat terjamin dan terlindungi dari ancaman, baik internal maupun eksternal. Namun, kalangan muda, seperti anak-anak TK, cenderung lebih menyukai hal-hal yang berasal dari luar negeri, baik dalam tontonan televisi, musik yang didengarkan, ataupun makanan yang mereka konsumsi. Padahal, negara Indonesia sudah memiliki kearifan lokal yang tidak kalah menariknya dengan negara lain. Dengan melemahnya rasa nasionalisme pada kalangan muda ini, usaha penanaman rasa nasionalisme harus dilakukan, di mana kami mahasiswa Universitas Airlangga melakukan usaha tersebut dalam bentuk “Proyek Kebangsaan” yang dilakukan pada TK Bahtera Kasih Bunda, tentunya dengan kegiatan-kegiatan yang menarik bagi siswa-siswi TK.

Pada 4 November 2025, kami mahasiswa Universitas Airlangga memulai kegiatan tersebut dengan persiapan alat dan tempat kegiatan selanjutnya, di mana kami disambut dan dibantu oleh para guru-guru yang mengajar di TK Bahtera Kasih Bunda. Setelah para siswa-siswi diarahkan ke dalam kelas, kami langsung membuka rangkaian kegiatan dengan sapaan hangat dan senyum lebar, menandakan mulainya “Proyek Kebangsaan” kami. Setelah perkenalan singkat yang disambut dengan hangat oleh para siswa-siswi TK, kami melanjutkan kegiatan dengan menyanyikan lagu-lagu nasional yang kemungkinan masih asing di telinga mereka seperti lagu Halo-Halo Bandung.

Rangkaian kegiatan kami dilanjutkan dengan berbagai aktivitas menarik yang melatih kemampuan psikomotorik siswa-siswi TK Bahtera Kasih Bunda, seperti mewarnai gambar bendera Indonesia, perkenalan tokoh-tokoh dan pahlawan nasional, perkenalan simbol-simbol dan sila Pancasila, serta permainan memasukkan bendera ke dalam botol. Di balik teriakan dan tawa yang keluar dari mulut anak-anak tersebut, kegiatan ini memperkenalkan dan menanamkan sejarah ataupun nilai yang identik dengan tanah air kami, Indonesia. Seolah gawai tidak ada, para siswa-siswi TK tersebut mendengarkan dan mengikuti penjelasan kami tentang para tokoh yang sudah berjuang demi kemerdekaan Indonesia dan arti dari kelima sila yang menjadi fondasi negara ini.

Pada akhir acara, kami mahasiswa Universitas Airlangga menutup kegiatan “Proyek Kebangsaan” dengan pengambilan foto bersama siswa-siswi TK Bahtera Kasih Bunda, didampingi oleh guru-guru yang menjaganya. Sebelum meninggalkan gedung TK, kami mahasiswa Universitas Airlangga mengucapkan terima kasih pada siswa-siswi serta guru-guru TK Bahtera Kasih Bunda yang sudah meluangkan waktu untuk pelaksanaan “Proyek Kebangsaan” kami. Meninggalkan gedung tersebut, kami merasakan kepuasan dari lancarnya kegiatan kami, serta senyum dan tawa yang kami dengar dari siswa-siswi TK tersebut. Dengan itu, kegiatan “Proyek Kebangsaan” kami sebagai mahasiswa Universitas Airlangga sudah berakhir.

Dari “Proyek Kebangsaan”, seluruh peserta kegiatan, baik mahasiswa Universitas Airlangga, guru-guru TK Bahtera Kasih Bunda, ataupun siswa-siswi TK Bahtera Kasih Bunda dapat merasakan betapa menariknya negara Indonesia dan segala isinya. Baik dari tokoh-tokoh, lagu, ataupun lambang-lambang nasional, Indonesia merupakan suatu negara yang kaya akan budaya, budaya yang sepatutnya dilestarikan oleh kalangan muda penerus negara ini. Walaupun globalisasi semakin mengakar pada negara ini, kita sebagai warga Indonesia memiliki kewajiban untuk mengingat tanah air kita. Dari “Proyek Kebangsaan” yang telah kami laksanakan, kami harap bahwa semangat nasionalisme ini dapat tetap dilanjutkan, terutama kepada kalangan muda dari seluruh Indonesia. Dengan nasionalisme yang terus membara, negara Indonesia dan budayanya tentu akan terus terjaga.

Penulis: Parama Aditya, Mahasiswa Universitas Airlangga

Editor: Handayat