JATENGKU.COM, SEMARANG — Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 50 Universitas Diponegoro menyelenggarakan pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan alami di Posko KKN Dusun Bringin.
Kegiatan ini menyasar para peternak kambing dan domba sebagai peserta utama, dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan tangan di lingkungan kerja mereka.
Dalam pelatihan ini, tim KKNT mengenalkan cara meracik hand sanitizer menggunakan dua bahan utama yaitu jeruk nipis dan daun sirih, yang dikenal memiliki kandungan antiseptik alami.
Bahan-bahan ini dipilih karena praktis, mudah didapat di lingkungan sekitar, serta dalam banyak penelitian telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan hingga membunuh mikroba terutama bakteri.
“Jeruk nipis dan daun sirih kebetulan banyak ditanam oleh warga Dusun Bringin, jadi kami tidak perlu membelinya di pasar,” uujar Mifta, salah satu peserta.
Selain sesi demonstrasi dan praktik langsung, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai langkah pencegahan penyakit terutama di lingkungan peternakan kambing dan domba.
Brosur berisi panduan pembuatan serta informasi manfaat bahan alami juga dibagikan oleh tim KKNT sebagai bahan literasi mandiri.
“Kami tentu tidak bisa membawa sabun ke mana-mana, jadi edukasi tentang pembuatan hand sanitizer ini sangat bermanfaat bagi kami,” kata Suti, salah satu peternak dalam sesi diskusi.
Sebagai bentuk dukungan langsung, produk hand sanitizer alami yang telah diracik oleh tim KKNT juga dibagikan kepada peserta sebagai contoh dan bahan uji coba. Warga terlihat antusias menerima produk tersebut dan mulai menunjukkan minat untuk meracik sendiri secara mandiri.
“Saya pernah mendengar bahwa daun sirih memiliki banyak khasiat. Ternyata bisa digunakan sebagai bahan dasar hand sanitizer juga,” ungkap Budi, salah seorang peserta.
Menurut Listiawati selaku edukator dalam kegiatan ini, kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat dengan pendekatan lokal dan solusi sederhana yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan metode edukatif dan berbasis bahan alam, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kebiasaan sehat di kalangan peternak Dusun Bringin.










