JATENGKU.COM, SEMARANG – Wajah sektor pertanian di kawasan Gunung Pati bersiap untuk sebuah transformasi signifikan. Sebuah proyek pembangunan greenhouse (rumah tanam) modern yang digagas oleh tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 45 dari Universitas Diponegoro pada Jumat (11/07/2025) kini telah merampungkan tahap perancangan dan siap menjadi langkah awal untuk menyulap Dusun Dukuh, Kelurahan Pakintelan, menjadi destinasi agrowisata unggulan.

Proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemilihan teknologi yang paling tepat guna. Di bawah bimbingan pakar agronomi dari Universitas Diponegoro, Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D., IPU., tim KKN-T IDBU- 45 telah menyiapkan dua desain inovatif yang kini menunggu keputusan akhir untuk dipilih salah satunya.

Di Persimpangan Teknologi: Baja Ringan atau Pipa Ekonomis?

Inisiatif ini menghadirkan dua pilihan desain yang akan menjadi pertimbangan utama sebelum konstruksi dimulai. Keduanya dirancang dengan luas 12 x 4,6 meter, namun menawarkan keunggulan yang berbeda.

  • Opsi Pertama: Sebuah greenhouse kokoh dengan rangka baja ringan dan penutup plastik UV. Desain ini menjanjikan durabilitas dan ketahanan jangka panjang terhadap cuaca.
  • Opsi Kedua: Sebuah desain alternatif yang lebih ekonomis menggunakan rangka pipa paralon (PVC), dengan atap plastik UV dan dinding paranet untuk memaksimalkan sirkulasi udara.

“Tujuan kami bukan sekadar membangun, tapi memberikan solusi terbaik. Sekarang bolanya ada pada kami dan warga untuk menentukan, mana yang paling efisien dan berkelanjutan untuk budidaya melon yang kami rencanakan,” ujar salah seorang mahasiswa dari tim KKNT IDBU 45 Universitas Diponegoro, Jumat (11/7).

 

Keputusan di Tangan Ahli dan Warga

Peran Prof. Bambang Sulistiyanto sangat krusial dalam fase penentuan ini. Beliau akan memberikan rekomendasi ahli untuk memastikan model yang terpilih benar-benar mampu menjawab tantangan dan memaksimalkan potensi panen.

Keputusan ini juga akan melibatkan musyawarah dengan warga melalui Paguyuban Sendang Curug Sari, sebagai wujud kolaborasi dari hulu ke hilir. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan tidak hanya berhenti pada saat pembangunan, tetapi juga dalam pengelolaan dan pemanfaatannya nanti.

Langkah Menuju Realisasi

Dengan berakhirnya tahap perancangan pada 10 Juli lalu, tim KKNT IDBU 45 dan warga kini menatap jadwal konstruksi yang diproyeksikan akan berlangsung mulai 25 Juli hingga awal Agustus.

Pembangunan satu greenhouse terpilih ini akan menjadi lebih dari sekadar bangunan. Ia adalah simbol modernisasi pertanian, laboratorium hidup bagi warga, dan yang terpenting, cikal bakal atraksi utama yang akan menarik pengunjung ke Desa Wisata Agro-Eko-Kultural Gunung Pati di masa depan.

DPL : Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D., IPU.,

Editor: Handayat