JATENGKU.COM, Kabupaten Semarang — KKN menjadi salah satu program pengabdian yang banyak di tunggu oleh para mahasiswa. Sebagai platform untuk mengimplementasikan mata kuliah yang telah di pelajari secara nyata, membuat kegiatan ini memiliki ketertarikan bagi kebayakan mahasiswa.

Mahasiswa dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) contohnya, di tahun ajaran 2026 ini Universitas PGRI Semarang mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang di ikut ratusan mahasiswa yang tersebar di beberapa Kota Kabupaten di Jawa tengah. Salah satu wilayah yang di jadikan pilihan Adalah Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Kab Semarang.

Pengabdian ini akan berlangsung pada periode 13 Januari – 3 Maret 2026 hingga usai. Diharapkan bisa mengembangkan dan memberdayakan masyarakat di wilayah Kelurahan Ungaran.

Semangat pengabdian mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tampak mewarnai Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 resmi memulai pengabdian setelah diterima langsung oleh pihak kelurahan pada Kamis, 15 Januari 2026.

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS Tahun 2026 kembali menjadi ruang aktualisasi mahasiswa dalam menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi aksi nyata di tengah masyarakat. Kelurahan Ungaran menjadi salah satu lokasi pengabdian yang dipilih sebagai mitra kolaborasi mahasiswa selama masa KKN berlangsung.

Mengusung tema “KKN UPGRIS Mengabdi, Sigap Berkarya Nyata!”, mahasiswa hadir tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih berdaya. Berbagai program dirancang berdasarkan kondisi riil dan kebutuhan warga, mulai dari kegiatan edukatif melalui penedekatan edukasi Kesehatan mental siswa melalui warna hatiku dan melakukan sosialisasi anti bullying.

Kepedulian lingkungan seperti mengenalkan simbol budaya wayang kepada generasi muda, melatih ketrampilan motorik halus, kesabaran, dan kreativitas siswa sd melalui pemanfaatan bahan-bahan alam juga mengedukasi bagaimana cara mengolah sampah anorganik menjadi kompos dan edukasi mengenai mitigasi bencana longsor di bantaran sungai dengan menggunakan metode alami, hingga penguatan partisipasi Masyarakat melalui edukasi mengenai pemanfaatan teknologi untuk mengakses informasi dan memperkenalkan sistem pendataan dan penyampaian informasi desa yang lebih mudah untuk di akses.`

Penerimaan mahasiswa KKN berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan. Sinergi antara mahasiswa dan perangkat kelurahan menjadi modal awal dalam menciptakan program-program yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat Kelurahan Ungaran.

Koordinator Desa mahasiswa KKN menyampaikan bahwa timnya berkomitmen untuk menjalankan program kerja secara optimal dengan mengedepankan pendekatan partisipatif.

“Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat, belajar bersama warga, sekaligus menghadirkan inovasi sederhana yang bermanfaat. KKN ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengabdian bagi kami,” ungkap Arga, Mahasiswa KKN.

Pelaksanaan KKN di Kelurahan Ungaran menjadi bukti nyata peran UPGRIS dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kemampuan beradaptasi, dan semangat kolaborasi. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan serta mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Dengan membawa energi muda dan semangat perubahan, mahasiswa UPGRIS siap mengabdi, berkarya, dan tumbuh bersama masyarakat Kelurahan Ungaran.

Editor: Handayat

Tag