Salah satu mahasiswa KKN Tematik Iptek bagi Desa Binaan Undip-45 (KKNT IDBU-45) Pakintelan juga telah menuntaskan program kerja sesuai disiplin ilmunya. Tahta Nur Izzati, mahasiswa Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, menerapkan keahliannya kepada masyarakat RT 01-04/ RW 01 hingga RT 05/ RW 02 Dusun Sironjang, Ndukuh, & Winongsari, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Semarang melalui program Pelatihan Pengolahan Pakan dari Jerami Padi/Limbah Pertanian melalui Teknologi Amoniasi untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Ruminansia. Program ini hadir untuk memanfaatkan potensi limbah pertanian sekaligus meningkatkan pengetahuan peternak agar dapat mengolah pakan berkualitas demi mendukung produktivitas ternak di wilayah tersebut.
Selama ini, jerami padi di Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati Semarang masih banyak yang terbuang sia-sia atau dibakar, padahal potensi jerami sebagai pakan ternak sangat besar jika diolah dengan benar. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas nutrisi jerami adalah dengan teknologi amoniasi, yang mampu meningkatkan kandungan protein kasar dan daya cerna pada ternak ruminansia.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN IDBU-45 menggagas pelatihan dan praktik pengolahan pakan dengan teknologi amoniasi bersama warga. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua RT 01–04 RW 01 hingga RT 05 RW 02 serta para peternak di masing-masing RT. Dalam pelatihan, warga diajarkan mulai dari pemilihan bahan baku jerami, proses perlakuan amoniak, hingga tata cara pemberian pakan ke ternak.
Dengan adanya program ini, diharapkan peternak di Kelurahan Pakintelan dapat memanfaatkan limbah pertanian menjadi pakan ternak yang lebih berkualitas, sekaligus menghemat biaya pakan dan meningkatkan produktivitas ternak.
“Pelatihan ini membuat kami paham cara mengolah jerami jadi pakan ternak yang lebih baik. Biasanya jerami hanya dibakar ataupun langsung diberikan kepada ternak tanpa adanya pengolahan, sekarang bisa diolah lagi dan lebih bermanfaat untuk ternak kami,” ujar Pak Asnawi salah satu warga peternak yang mengikuti pelatihan.











