JATENGKU.COM, BOYOLALI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 87 Universitas Diponegoro menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi inovasi pengolahan limbah kopi untuk pelaku UMKM Kopi di Desa Banyuanyar, Jumat (4/7). Bertempat di UMKM Kopi Rodjo Dk. Wangan, kegiatan ini menjadi bagian dari program bertema “Inovasi Pengolahan Limbah UMKM Kopi: Pembuatan Scrub Alami dari Ampas Kopi.”
Program ini dilatarbelakangi oleh potensi besar Desa Banyuanyar dalam produksi kopi lokal, yang menghasilkan limbah ampas kopi dalam jumlah cukup melimpah. Sayangnya, limbah tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, ampas kopi mengandung senyawa alami yang bermanfaat sebagai bahan dasar scrub kulit, sejalan dengan tren meningkatnya minat masyarakat terhadap produk perawatan tubuh yang alami dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini dibuka dengan pemaparan mengenai manfaat ampas kopi sebagai bahan dasar scrub. Peserta yang terdiri dari pelaku UMKM kopi dan warga umum diajak untuk memahami proses pengolahan ampas kopi menjadi produk yang siap pakai dan bernilai ekonomi. Melalui sesi praktik langsung, peserta dilatih mencampurkan ampas kopi dengan bahan tambahan seperti minyak zaitun dan gula untuk menghasilkan scrub alami.
Tak berhenti pada pelatihan produksi, pada Selasa (22/7), Tim KKN 87 juga membekali peserta dengan strategi pemasaran dan branding produk, serta cara pengemasan yang aman.
Tim KKN 87 memperkenalkan beberapa contoh kemasan produk scrub yang sesuai standar keamanan dan estetika, seperti penggunaan jar plastik food-grade, stiker label produk, dan segel pengaman. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik visual produk serta menambah kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keamanan scrub berbahan dasar ampas kopi.
Untuk memperkuat identitas produk, peserta diajak merancang branding sederhana, mulai dari pembuatan nama merek lokal, desain logo, hingga narasi merek (brand story) yang menekankan nilai-nilai keberlanjutan dan ramah lingkungan. Peserta juga diajarkan cara memanfaatkan media sosial dan platform digital lainnya untuk memperluas jangkauan promosi.
Tak hanya berhenti pada promosi visual, pelatihan juga mencakup digitalisasi penjualan, di mana Tim KKN mendampingi peserta untuk membuat toko di platform e-commerce Shopee. Peserta dibimbing dalam proses unggah produk, penulisan deskripsi, dan penetapan harga. Selain itu, mereka juga dikenalkan dengan sistem pembayaran digital QRIS sebagai metode transaksi yang efisien dan modern, guna menjangkau konsumen yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN 87 berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah organik serta membuka peluang usaha baru berbasis lingkungan. Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pemberdayaan ekonomi warga secara berkelanjutan, sejalan dengan prinsip pembangunan desa berbasis potensi lokal.










