JATENGKU.COM, Desa Kebumen – Mahasiswa Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Kerja Multidisiplin 2 dengan judul “Optimalisasi Lahan melalui Implementasi Sistem Hidroponik Sederhana” yang bertempat di salah satu rumah warga yang menjadi posko KKN di Desa Kebumen pada Sabtu (31/01/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh empat Kepala Dusun, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta warga setempat sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai konsep dasar hidroponik sederhana, khususnya terkait pentingnya pengendalian kualitas air melalui pengaturan pH dan suhu larutan nutrisi sebagai faktor utama keberhasilan pertumbuhan tanaman hidroponik. Materi disampaikan oleh Gery Prayoga Claudio Sagala secara komunikatif dan aplikatif agar mudah dipahami serta dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Dalam pemaparan materi, Gery Prayoga Claudio Sagala selaku mahasiswa Kerja Kuliah Nyata (KKN) menjelaskan bahwa pH larutan nutrisi yang direkomendasikan untuk sistem hidroponik berada pada kisaran 5,0–6,5. Rentang pH tersebut dinilai ideal karena mampu memaksimalkan kelarutan serta penyerapan unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman. Dijelaskan pula bahwa pH yang terlalu asam atau terlalu basa dapat menyebabkan terjadinya nutrient lockout yang berdampak pada terhambatnya pertumbuhan tanaman.

Selain pH, aspek suhu larutan nutrisi juga menjadi perhatian utama dalam sosialisasi ini. Suhu ideal larutan nutrisi hidroponik disarankan berada pada kisaran 25˚C –28˚C. Pada rentang suhu tersebut, ketersediaan oksigen terlarut, stabilitas nutrisi, serta aktivitas metabolisme tanaman dapat berlangsung secara optimal. Mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengatasi kondisi suhu larutan yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

Untuk mendukung pemahaman peserta, kegiatan sosialisasi ini dilengkapi dengan media poster edukasi yang memuat informasi rekomendasi pH dan suhu hidroponik serta cara pengendaliannya menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab, sehingga warga dapat menyampaikan pengalaman maupun kendala yang dihadapi dalam kegiatan bercocok tanam.

Kepala Dusun, anggota Kelompok Wanita Tani, dan warga yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam diskusi serta ketertarikan mereka terhadap penerapan sistem hidroponik sebagai solusi pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan rumah tangga.

Melalui kegiatan Sosialisasi Program Kerja Multidisiplin 2 ini, diharapkan masyarakat Desa Kebumen dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menerapkan sistem hidroponik sederhana secara mandiri. Program ini diharapkan mampu mendorong optimalisasi lahan pekarangan, meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, serta mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Editor: Handayat

Tag