JATENGKU.COM, Pandean — Generasi Cerdas Digital (Gen-Cerdig) merupakan program edukatif yang bertujuan membentuk generasi muda agar mampu menggunakan teknologi digital dan internet secara cerdas, bijak, aman, dan bertanggung jawab. Program ini menekankan literasi digital sejak dini, termasuk pemanfaatan teknologi secara positif, etika berinternet, perlindungan data pribadi, serta kemampuan menyaring informasi untuk mencegah hoaks.
Sebagai wujud implementasi program tersebut, Tim 2 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar di Desa Pandean melaksanakan kegiatan sosialisasi literasi digital bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri 1 Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini diselenggarakan pada 19 Januari 2026 dengan tujuan membekali siswa-siswi agar mampu menggunakan gadget dan internet secara bijak serta memahami pentingnya pencegahan hoaks sejak usia dini.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan perkenalan anggota Tim 2 KKN Universitas Tidar kepada para siswa. Sosialisasi ini dilaksanakan oleh mahasiswa lintas program studi yang tergabung dalam Tim 2 KKN Desa Pandean. Sejak awal kegiatan, siswa-siswi SDN 1 Pandean tampak antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang disajikan secara komunikatif dan menarik.
Dalam pemaparannya, Tim KKN menjelaskan bahwa perangkat digital seperti smartphone, tablet, dan laptop tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi sarana penting untuk mengakses video pembelajaran dan permainan edukatif. Para mahasiswa menekankan bahwa internet merupakan jaringan luas yang bermanfaat untuk mencari informasi, menonton konten edukasi, serta menambah wawasan pengetahuan apabila dimanfaatkan secara tepat. Namun demikian, mereka juga mengingatkan bahwa penggunaan gawai secara berlebihan tanpa pengawasan dapat membuat anak lupa waktu sehingga mengabaikan tugas dan tanggung jawab utamanya.

Untuk menanggulangi dampak negatif tersebut, materi sosialisasi dilengkapi dengan panduan aturan bijak menggunakan gadget yang disampaikan secara persuasif. Para siswa dihimbau untuk membatasi penggunaan gawai maksimal 1 hingga 2 jam per hari sesuai usia, serta menggunakan gadget di tempat yang terang guna menjaga kesehatan mata. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan metode menjaga kesehatan mata dengan mengistirahatkan pandangan setiap 20 menit menatap layar, kemudian melihat objek jauh selama 20 detik. Pentingnya pendampingan orang tua saat anak mengakses aplikasi hiburan maupun edukasi turut ditekankan dalam kegiatan ini.
Tidak hanya membahas aspek kesehatan fisik, sosialisasi ini juga menyoroti pentingnya etika dan keamanan di dunia maya. Tim KKN mengajak siswa untuk mewaspadai penyebaran hoaks, yaitu informasi palsu yang bersifat menyesatkan dan memancing emosi. Para siswa diajarkan untuk menjaga privasi dengan tidak membagikan data pribadi seperti alamat rumah atau foto secara berlebihan di media sosial guna menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Penjelasan mengenai bahaya cyberbullying dan pentingnya berkomentar sopan juga menjadi fokus utama untuk menciptakan lingkungan internet yang positif.

Pada sesi akhir kegiatan, tim KKN mengadakan aktivitas interaktif berupa kuis dan permainan edukatif untuk menguji tingkat pemahaman siswa-siswi tentang materi literasi digital yang telah disampaikan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan diikuti secara partisipatif oleh para siswa SDN 1 Pandean.
Melalui program Generasi Cerdas Digital Desa Pandean (Gen-Cerdig), Tim 2 KKN Universitas Tidar berharap siswa-siswi SDN 1 Pandean dapat tumbuh menjadi pengguna internet yang cerdas, kritis, dan selektif dalam memilih konten. Dengan bekal literasi digital yang kuat, teknologi diharapkan tidak lagi menjadi ancaman, melainkan sarana belajar yang aman, menyenangkan, dan produktif bagi generasi penerus Desa Pandean.







