JATENGKU.COM, Surabaya — Siapa itu Radiografer? Dan mengapa menjadi garda terdepan dalam optimalisasi teknologi? Radiografer adalah tenaga kesehatan yang memiliki peran penting, dengan cara memproses alat-alat teknologi yang berkaitan dengan radiasi.

Seiring dengan perkembangan zaman teknologi memudahkan kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dalam berbagai aspek kehidupan. Begitu pula dalam dunia kesehatan, dengan berkembang teknologi memudahkan seorang Radiografer dalam menghasilkan gambar sebagai awal diagnosis penyakit.

Dengan perkembangan teknologi dimana sistem layanan kesehatan maka akan semakin cepat. “Seorang Radiografer harus siap berdampingan dengan radiasi Hal inilah yang membuat profesi radiografer menjadi profesi yang berisiko. Namun, di balik risikonya yang besar, profesi Radiografer yang memegang peran penting dalam dunia Kesehatan” (Azzahra, 2024:1).

Kebanyakan masyarakat mengganggap radiasi sebuah bahaya sehingga menimbulkan ketakutan tersendiri, ketakutan ini terjadinya karena kurangnya pemahaman dalam masyarakat, maka disinilah peran seorang Radiografer.

Radiografer memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pasien bahwa seorang Radiografer bekerja di bawah peraturan dan prinsip, sehingga paparan radiasi yang diterima oleh pasien sesuai dengan prosedur yang telah berlaku, komunikasi seperti ini yang akan membangun rasa kepercayaan pasien sehingga pasien akan merasa lebih tenang.

Mereka adalah penjaga pasien dari bahaya paparan radiasi. Radiografer adalah kombinasi antara ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi yang semakin canggih seiring dengan perkembangan zaman.

 Dengan hadirnya Radiografer, memudahkan dokter dalam mendiagnosis penyakit tanpa harus melakukan operasi untuk melihat bagaimana organ tubuhnya. Dengan hadirnya Radiografer, berbagai penyakit dapat didiagnosa dengan cepat melalui pemanfaatan teknologi diagnostik.

Radiografer memanfaatkan teknologi dengan berbagai modalitas seperti MRI, CT Scan, Sinar-X sehingga tercipta suatu hasil diagnostik. Tanpa adanya keberadaan seorang Radiografer modalitas-modalitas seperti MRI, CT-Scan, Sinar-X hanya alat belaka. Seorang Radiografer harus bisa terampil dalam mengkombinasikan pengetahuan dan teknologi, Seorang Radiografer yang kompeten meminimalkan pengulangan dalam setiap pengambilan gambar.

Maka dari itu mereka harus memiliki pemahaman mendalam mengenai bagaimana cara setiap modalitas tersebut beroperasi. Radiografer seperti seorang seni yang menghasilkan gambar yang menjadikan titik diagnosis penyakit. Radiografer memainkan peran penting dalam setiap awal diagnosis sebuah penyakit.

Radiografer dimasa mendatang akan menjadi jembatan teknologi bagi perawatan pasien. Tidak hanya mengoperasikan alat, tetapi seorang Radiografer harus bisa memposisikan pasien secara nyaman tanpa harus mengalami kesakitan saat proses pengambilan gambar.

Pada pasien yang mengalami patah tulang (fraktur), Radiografer harus terampil dalam memposisikan pasien dengan kondisi tersebut tanpa harus mengalami rasa kesakitan dan ketidaknyamanan. Memposisikan pasien adalah sebuah keharusan bagi seorang Radiografer. Radiografer harus mengupayakan layanan sebaik mungkin sehingga pasien merasa nyaman pada saat pengambilan foto.

Seorang Radiografer diharuskan menghasilkan gambar diagnosis yang sempurna. Hasil gambar yang sempurna adalah dasar dari sebuah keputusan selanjutnya, jika kualitas gambar yang dihasilkan buruk maka akan mengakibatkan kesalahan diagnosis. adapun dampak dari kesalahan diagnosis menimbulkan beberapa resiko serta berujung pada kesalahan penanganan, pengobatan yang salah dapat memperburuk keadaan bahkan bisa memicu terjadinya kematian.
Maka dari itu setiap teknis pengambilan gambar diagnostik harus dilakukan secara berhati-hati sesuai prosedur yang berlaku, mulai dari memposisikan pasien hingga pengambilan gambar dibutuhkan ketelitian. Dalam hal ini ketelitian bukan hanya keterampilan melainkan keharusan seorang radiografer dalam menjalankan tugasnya. Ketelitian adalah kunci utama dalam menghindarkan pasien dari terjadinya malapraktik. Maka dari itu profesi radiografer selalu menuntut tingkat tanggung jawab yang tinggi, tanggung jawab adalah sebuah komitmen dalam melakukan pelayanan kesehatan terhadap pasien yang melibatkan keselamatan nyawa.

Penulis: Hesti Nayla Salsabila, Mahasiswi Universitas Airlangga

Editor: Handayat