JATENGKU.COM, Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah organik berbasis filosofi Jepang Mottainai di Balai Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang pada Jumat (23/01/2026). Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh Tegar Milzam, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, sebagai bagian dari program kerja KKN yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukasi lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Tegar Milzam memperkenalkan konsep Mottainai, sebuah filosofi Jepang yang mengajarkan nilai menghargai sesuatu dan tidak menyia-nyiakan barang yang masih memiliki manfaat. Filosofi ini kemudian dikaitkan dengan kondisi sehari-hari masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, kulit buah, dan daun-daunan.

“Sampah organik sering dianggap sebagai limbah yang tidak berguna dan langsung dibuang. Padahal, jika diolah dengan benar, sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk tanaman,” ujar Tegar Milzam dalam kegiatan sosialisasi di Balai Desa.

Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah organik serta cara sederhana mengolahnya menjadi pupuk menggunakan wadah yang mudah ditemukan di rumah, seperti ember bekas atau karung. Metode ini dinilai praktis, ekonomis, dan dapat diterapkan oleh ibu-ibu PKK dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memberikan penjelasan secara teoritis, kegiatan ini juga dilengkapi dengan media poster edukasi yang dirancang untuk memudahkan warga memahami langkah-langkah pengolahan sampah organik. Poster tersebut menjelaskan proses mulai dari pemilahan sampah hingga menjadi pupuk yang siap digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Ibu-ibu PKK yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai manfaat serta cara penerapan pengolahan sampah organik di lingkungan rumah tangga masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dapat menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah organik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Selain membantu mengurangi volume sampah, pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk juga dapat mendukung penghijauan lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat dan penerapan nilai-nilai budaya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Editor: Handayat

Tag