JATENGKU.COM, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) yang berasal dari Program Studi Teknik Elektro melaksanakan program edukasi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai instalasi listrik rumah tangga yang aman dan sesuai dengan standar keselamatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, di Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, dengan tujuan utama untuk mengurangi risiko kebakaran dan kecelakaan akibat instalasi listrik yang tidak benar.
Program KKN ini dipimpin oleh mahasiswa bernama Alfian Syam, yang juga bertindak sebagai fasilitator. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi tidak hanya dalam bentuk teori, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam sesi praktik langsung, juga teknik pemasangan yang benar, guna menghindari potensi bahaya kebakaran akibat instalasi yang tidak sesuai standar.
“Instalasi listrik yang benar sangat penting untuk mencegah kecelakaan. Banyak kejadian kebakaran yang disebabkan oleh pemasangan listrik yang tidak aman. Kami ingin masyarakat Desa Ponowareng memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara memasang listrik yang aman di rumah mereka,” ujar Alfian saat memaparkan materi edukasi.
Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan praktis. Para peserta diajak untuk langsung terlibat dalam instalasi listrik rumah tangga. Mahasiswa KKN mengarahkan peserta dalam proses pemasangan stop kontak, saklar, dan penghubungan kabel dengan cara yang benar dan aman.

Salah satu peserta, Nanda (23), seorang pemuda desa, mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Dulu saya hanya tahu sedikit tentang listrik. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi tahu bagaimana cara memasang listrik yang benar dan aman. Ini sangat bermanfaat, karena bisa saya terapkan di rumah sendiri maupun di rumah-rumah tetangga yang membutuhkan,” ujarnya. Budi mengaku sangat berterima kasih atas kesempatan untuk memperoleh keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pelatihan ini, Alfian berharap masyarakat Desa Ponowareng dapat memiliki keterampilan dasar dalam instalasi listrik rumah tangga, sehingga tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga memperkuat kemandirian dalam menangani masalah kelistrikan rumah mereka. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan pada tenaga ahli luar desa, yang mungkin sulit diakses, dan dapat memperbaiki instalasi listrik mereka sendiri jika terjadi masalah.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman. Alfian menambahkan, “Kami ingin agar warga desa bisa memperbaiki instalasi listrik mereka dengan cara yang benar. Jangan sampai ada yang menjadi korban kebakaran hanya karena kelalaian dalam pemasangan listrik.”
Selama kegiatan berlangsung, banyak peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi. Beberapa di antaranya, seperti Nanda, bahkan meminta bimbingan lebih lanjut mengenai instalasi listrik. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat terbuka terhadap pengetahuan baru dan siap untuk mengimplementasikan pelajaran yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari pemuda desa yang aktif bertanya dan mengikuti sesi praktik dengan serius. “Saya sangat senang karena bisa belajar langsung dari yang berkompeten. Ini menambah pengetahuan saya tentang bagaimana listrik di rumah harus dipasang dengan benar dan aman,” ujar salah satu pemuda desa, Anas (25).
Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk memberi pengetahuan satu kali, tetapi juga untuk menciptakan perubahan berkelanjutan dalam masyarakat. Ke depan, Alfian berharap program semacam ini bisa dilanjutkan, dengan lebih banyak kegiatan edukasi lainnya yang mendalam, baik di bidang kelistrikan maupun keterampilan teknis lainnya. Program ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang lebih luas.
“Kami berharap dengan kegiatan ini, masyarakat desa bisa menjadi lebih mandiri dan lebih peduli terhadap keselamatan listrik di rumah mereka. Instalasi listrik yang aman bukan hanya penting untuk kesejahteraan keluarga, tetapi juga untuk keselamatan masyarakat secara umum,” jelas Alfian.
Penulis: Alfian Syam, Fakultas Teknik, Teknik Elektro, Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Dosen Pembimbing KKN: Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc.







