JATENGKU.COM, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKNR) Tim 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) 2026, Diandra Asyifa Maghfiruha Hanandita, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan lubang biopori di Dusun Winongsari, Desa Kenconorejo, Kabupaten Batang, pada Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga sekaligus memperbaiki daya resap tanah guna mengurangi potensi genangan air.
Permasalahan genangan air saat musim hujan dan pengelolaan sampah organik yang belum optimal masih menjadi tantangan di wilayah Desa Kenconorejo. Melalui sosialisasi biopori, mahasiswa KKNR berupaya menghadirkan solusi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat dengan biaya yang relatif terjangkau.
Sosialisasi diawali dengan penyuluhan yang dilaksanakan di rumah Kepala Dusun Winongsari. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian biopori, manfaat biopori bagi lingkungan, serta perannya dalam mengolah sampah organik dan meningkatkan resapan air tanah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga dapat lebih memahami manfaat biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik dan peningkatan resapan air, serta mampu mempraktikkannya secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing,” ungkap Diandra.
Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan lubang biopori secara langsung di lingkungan rumah warga. Warga dilibatkan secara aktif agar dapat memahami tahapan pembuatan biopori secara praktis dan mudah diterapkan.
Peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi bor tanah manual untuk membuat lubang resapan, pipa paralon sebagai pelapis agar lubang tetap stabil, serta tutup pipa berlubang sebagai jalur masuk air hujan. Dengan metode tersebut, air yang menggenang di permukaan diharapkan dapat lebih cepat meresap ke dalam tanah sehingga mengurangi potensi genangan di lingkungan desa.
Sebanyak empat lubang biopori berhasil dibuat di beberapa titik rumah warga sebagai contoh penerapan. Lubang biopori tersebut kemudian diisi dengan sampah organik seperti dedaunan dan sisa makanan rumah tangga sebagai media awal.

Selain praktik pembuatan, mahasiswa juga memberikan pendampingan teknis kepada warga terkait jenis sampah organik yang aman dimasukkan ke dalam biopori serta cara perawatan secara berkala. Pendampingan ini bertujuan agar biopori dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.
Anggie Fira Younita, Ibu Kepala Dusun Winongsari, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKNR UNDIP yang telah mengadakan sosialisasi ini. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNDIP. Saya berharap program ini bisa dilanjutkan oleh masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga, dengan membuat lubang biopori di setiap rumah sebagai langkah sederhana untuk menjaga lingkungan,” jelas Ibu Anggie.
Kegiatan sosialisasi biopori ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Kenconorejo. Warga menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan KKNR ini, mahasiswa berharap penerapan biopori dapat terus dikembangkan di Desa Kenconorejo. Diharapkan, upaya tersebut mampu mendukung pengelolaan sampah organik serta meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
Penulis: Diandra Asyifa Maghfiruha Hanandita, Mahasiswa Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Sipil UNDIP
Dosen Pembimbing Lapangan: Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc.
Lokasi KKN Tim 1 2026: Desa Kenconorejo, Kec. Tulis, Kab. Batang







