Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama warga Desa Siberuk mengadakan kegiatan pembuatan komposter berbahan drum bekas yang dirangkaikan dengan penyuluhan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam pengolahan sampah. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memanfaatkan sampah organik rumah tangga agar lebih bernilai guna sekaligus tetap aman saat dikelola.
Pembuatan komposter dilakukan oleh Ibnu Hanan dari Teknik Perkapalan UNDIP dan Christophorus Rafael dari Teknik Mesin UNDIP bersama warga setempat. Drum bekas yang sebelumnya tidak terpakai dibersihkan dan dimodifikasi dengan beberapa lubang sirkulasi udara sehingga dapat digunakan sebagai tempat pengolahan sampah menjadi pupuk kompos.
Dengan adanya komposter ini, sampah dapur seperti sisa makanan dan daun kering nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman pekarangan warga.
Selain praktik pembuatan alat, mahasiswa juga memberikan penyuluhan tentang pentingnya penerapan K3. Warga diedukasi untuk menggunakan sarung tangan dan masker saat mengolah sampah serta melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah timbulnya penyakit serta menjaga kebersihan lingkungan desa.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Warga terlihat antusias mengikuti setiap tahapan serta aktif berdiskusi mengenai cara penggunaan komposter. Diharapkan melalui program ini, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang aman dan produktif semakin meningkat.
Kolaborasi antara mahasiswa dan warga Desa Siberuk ini diharapkan mampu membawa dampak positif serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bermanfaat bagi semua











