JATENGKU.COM, Batang — Dalam upaya menurunkan risiko peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim hujan, mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKNR) 70 Universitas Diponegoro mengadakan workshop pembuatan ovitrap sederhana di Balai Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, pada Jumat (23/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu-Ibu PKK dan beberapa tokoh desa sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan mengenai bahaya DBD serta memberikan keterampilan praktis membuat perangkap telur nyamuk secara sederhana dan ekonomis.

Memasuki musim hujan, kasus DBD berpotensi meningkat akibat kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kurangnya praktik pencegahan di tingkat rumah tangga menjadi salah satu faktor risiko yang dapat memicu penularan. Untuk itu, edukasi mengenai upaya sederhana namun efektif, seperti penggunaan ovitrap, menjadi penting dilakukan.

Workshop ini merupakan bagian dari program kerja sosial kemasyarakatan mahasiswi Kesehatan Masyarakat Undip, Qori Afiah, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pembuatan produk berbasis pemanfaatan limbah rumah tangga, selaras dengan program multidisiplin tim KKNR-70 Undip yang menitikberatkan pada isu pengelolaan sampah.

Workshop dimulai dengan penyampaian materi yang mengenalkan peserta yang hadir dengan alat sederhana bernama ovitrap, yakni perangkap telur nyamuk yang dapat dibuat menggunakan bahan bekas seperti botol plastik, plastik kresek hitam, dan air. Setelah pengenalan alat dan fungsinya, mahasiswi juga menyampaikan cara kerja alat ovitrap serta kondisi yang tepat untuk menempatkan ovitrap ini baik dalam rumah maupun di luar rumah. Setelah penjelasan teori, kegiatan dilanjutkan dengan sesi demonstrasi.

Antusiasme terlihat ketika Ibu-Ibu PKK dan mahasisiwi berdiskusi mengenai cara penggunaan ovitrap dan penempatannya agar hasilnya lebih efektif. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai lokasi menaruh ovitrap yang baik di rumah juga setiap berapa hari ovitrap harus dicek dan dibersihkan agar dapat digunakan ulang.

Workshop pembuatan ovitrap ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan DBD melalui tindakan sederhana di lingkungan rumah. Dengan keterampilan yang telah diberikan, masyarakat diharapkan mampu menerapkan dan menyebarluaskan penggunaan ovitrap sebagai bentuk kewaspadaan terhadap penyakit yang setiap tahun menjadi ancaman kesehatan, terutama pada musim penghujan. Kegiatan ini juga menjadi bukti sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mandiri.

Editor: Handayat

Tag