JATENGKU.COM, Selokarto — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 81 Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026 telah menuntaskan dua program kerja multidisiplin utama di Desa Selokarto sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan desa berbasis perencanaan ruang dan fasilitas publik.
Dua program kerja tersebut meliputi rancangan pengembangan lahan hijau di kompleks Balai Desa Selokarto serta perancangan pujasera Desa Selokarto yang berlokasi di area pasar desa. Kedua program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan desa akan ruang publik yang tertata, fungsional, serta mampu mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Program pengembangan lahan hijau di kawasan Balai Desa yang bertajuk “Rancangan Integrasi Infrastruktur Ramah Lingkungan dan Kemandirian Ekonomi Desa Selokarto Menuju Pembangunan Berkelanjutan” diarahkan sebagai ruang terbuka yang tidak hanya berfungsi secara ekologis, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat dan pendukung kegiatan pemerintahan desa. Sementara itu, perancangan pujasera desa difokuskan pada penataan area kuliner yang lebih tertib, nyaman, dan memiliki nilai visual yang representatif sebagai pusat aktivitas ekonomi warga yang bertajuk “Rancangan Pengembangan Sentra Ekonomi Kreatif Melalui Integrasi Infrasutruktur Modern dan Digitalisasi Tata Kelola UMKM Desa Selokarto”.
(Sesi Pemaparan 3D Rendering Mahasiswa di Balai Desa Selokarto, Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN Tim 81 Desa Selokarto)
Salah satu anggota KKN Tim 81 turut berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, khususnya dalam perancangan dan pemodelan tiga dimensi (3D) dari layout denah kedua program multidisiplin. Model 3D ini digunakan sebagai media visualisasi rancangan untuk memudahkan pemahaman perangkat desa terhadap konsep ruang, tata letak, serta potensi pengembangan ke depannya.
Perancangan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari analisis kebutuhan lokasi, penyusunan konsep desain, hingga penyajian visual berupa gambar render dan pemaparan langsung kepada perangkat Desa Selokarto. Proses presentasi ini menjadi ruang diskusi antara mahasiswa dan pihak desa untuk menyelaraskan rancangan dengan kebutuhan serta visi pembangunan desa.
Perangkat Desa Selokarto menyambut baik hasil rancangan yang telah dipresentasikan. Salah satu perwakilan perangkat desa menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan program tersebut, “Saya rasa dengan mahakarya rancangan ini, ke depannya dapat menjadi acuan pengembangan desa. Kami berharap desain ini dapat terwujud dan dibangun sehingga Selokarto dapat berkembang menuju Selokarto Emas,” ungkapnya.
Melalui program kerja ini, KKN Tim 81 Universitas Diponegoro berharap hasil perancangan yang telah disusun tidak hanya berhenti sebagai konsep, tetapi dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan desa yang berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam menciptakan ruang publik yang berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat.










