BATANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 81 Universitas Diponegoro Tahun 2025/2026 melaksanakan rangkaian program edukasi berbasis lingkungan dan keamanan pangan di Desa Selokarto, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang. Program ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan desa yang berkelanjutan, sejalan dengan penyusunan masterplan fasilitas umum oleh Tim KKN.
Masterplan tersebut mencakup perencanaan pembangunan berbagai fasilitas publik, seperti mini soccer, mini zoo, playground, dan puja sera, yang dirancang dengan pendekatan tata ruang modern dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dalam mendukung realisasi masterplan ini, mahasiswa dari jurusan Kimia berperan aktif melalui dua program kerja pendukung, yaitu edukasi pemilahan sampah berbasis kimia lingkungan dan penyusunan booklet panduan keamanan pangan bagi UMKM puja sera Desa Selokarto.
Salah satu mahasiswi KKN Tim 81 dari Jurusan Kimia Universitas Diponegoro, Nadiah Talitha Adriyani, menjelaskan bahwa kedua program tersebut dirancang sebagai bentuk dukungan terhadap perencanaan fasilitas umum desa, khususnya dalam aspek pengelolaan lingkungan dan keamanan pangan yang berkelanjutan.
Program kerja pertama berfokus pada sektor ekonomi desa, khususnya UMKM pangan di kawasan puja sera. Mahasiswa menyusun booklet panduan keamanan pangan sebagai media edukasi bagi pelaku usaha, yang berisi penjelasan mengenai prinsip dasar keamanan pangan, pentingnya higiene dan sanitasi, serta pengenalan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang diizinkan penggunaannya.
Dalam booklet tersebut juga disampaikan edukasi mengenai bahan berbahaya yang masih kerap disalahgunakan, seperti boraks dan formalin, beserta dampaknya terhadap kesehatan. Selain itu, mahasiswa turut mensosialisasikan peraturan penting dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta standar SNI terkait kemasan pangan, guna mendorong pelaku UMKM menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan sesuai regulasi.
Program kerja kedua diwujudkan melalui pembuatan poster edukasi pemilahan sampah, yang terintegrasi dengan desain masterplan fasilitas umum. Dalam rancangan tersebut, tempat sampah dibagi menjadi tiga kategori utama, yakni sampah organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), yang ditempatkan di beberapa titik strategis area fasilitas umum.

(Penyerahan poster edukasi pemilahan sampah berbasis kimia lingkungan oleh Mahasiswa KKN Tim 81 Universitas Diponegoro kepada perangkat Desa Selokarto. Sumber : dokumentasi pribadi)
Kedua program ini telah dipaparkan dan disosialisasikan secara langsung melalui kegiatan presentasi dan pengarahan di Balai Desa Selokarto, yang dihadiri oleh kepala dukuh, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan masyarakat dan pelaku UMKM. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan keterkaitan antara edukasi keamanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan perencanaan fasilitas umum sebagai satu kesatuan konsep pembangunan desa.
Respons peserta kegiatan terbilang positif. Masyarakat dan pelaku UMKM menunjukkan antusiasme serta ketertarikan terhadap materi yang disampaikan, khususnya terkait keamanan pangan dan pengelolaan sampah yang dinilai relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Melalui kolaborasi lintas jurusan dalam Tim KKN 81 Universitas Diponegoro, rangkaian program ini diharapkan dapat menjadi pondasi awal menuju realisasi masterplan Desa Selokarto yang tidak hanya modern secara desain, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan keberlanjutan lingkungan. Sinergi antara perencanaan fisik dan edukasi masyarakat ini diharapkan mampu mendorong Desa Selokarto menuju arah pembangunan yang lebih maju dan berdaya saing.











