Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya penipuan dan kejahatan siber, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Diskusi Pencegahan Penipuan dan Cyber Crime pada pertemuan rutin PKK RW 7 Desa Sulang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan literasi digital, khususnya bagi ibu-ibu PKK.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada pertemuan PKK dan diikuti oleh ibu-ibu PKK dari RW 7 dengan antusiasme yang tinggi. Pemaparan materi disampaikan oleh Mahasiswa KKN UPGRIS, Nurlista Alfinita Solehah, yang menyampaikan materi secara komunikatif dan mudah dipahami. Kegiatan ini turut didampingi oleh Ibu Darmi selaku Kader PKK RW 7 dan Ibu Sulistyowati selaku Kader PKK Desa Sulang, yang mendukung jalannya kegiatan dan membantu mengarahkan diskusi bersama peserta.

Dalam pemaparannya, Nurlista menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan, namun juga diiringi dengan meningkatnya berbagai modus penipuan dan cyber crime yang menyasar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. Beberapa bentuk penipuan yang sering terjadi antara lain penipuan undian berhadiah, penipuan belanja online, pesan yang mengatasnamakan keluarga atau pihak tertentu, serta tautan mencurigakan yang berpotensi mencuri data pribadi.

Nurlista juga menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menerima pesan atau telepon dari nomor yang tidak dikenal. Peserta diingatkan untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang bersifat mendesak, tidak membagikan data pribadi seperti PIN, OTP, dan kata sandi, serta selalu melakukan pengecekan kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan. Penyampaian materi dilakukan dengan contoh-contoh kasus nyata yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peserta dapat lebih mudah memahami dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.

Sementara itu, Ibu Darmi selaku Kader PKK RW 7 menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK karena banyak kasus penipuan yang terjadi di lingkungan sekitar. Ia berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat lebih berhati-hati serta mampu menyampaikan kembali informasi yang diperoleh kepada keluarga dan tetangga.

Hal senada disampaikan oleh Ibu Sulistyowati selaku Kader PKK Desa Sulang yang mengapresiasi peran mahasiswa KKN UPGRIS dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan PKK memberikan warna baru dan menambah wawasan ibu-ibu PKK terkait isu-isu digital yang saat ini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Ibu-ibu PKK tampak aktif menceritakan pengalaman pribadi terkait pesan penipuan yang pernah diterima melalui WhatsApp, SMS, maupun media sosial lainnya. Diskusi berlangsung interaktif dan menjadi sarana saling berbagi informasi mengenai cara mengenali ciri-ciri penipuan serta langkah yang dapat dilakukan jika menghadapi situasi serupa.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK RW 7, agar lebih bijak dan aman dalam menggunakan teknologi digital. Dengan meningkatnya literasi digital, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari kerugian materi maupun penyalahgunaan data pribadi akibat penipuan dan cyber crime.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode sosialisasi, diskusi terbuka, serta penyampaian contoh kasus yang relevan dengan kondisi masyarakat. Waktu dan tempat kegiatan disesuaikan dengan jadwal pertemuan rutin PKK RW 7 sehingga kegiatan dapat berjalan efektif dan diikuti oleh banyak peserta.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS bersama kader PKK berharap sosialisasi serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan materi yang menyesuaikan perkembangan modus penipuan digital. Ibu-ibu PKK juga diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarkan informasi yang benar kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga kewaspadaan terhadap penipuan dan cyber crime tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya masyarakat Desa Sulang yang aman, sadar digital, dan saling melindungi satu sama lain.

Editor: Handayat

Tag