JATENGKU.COM, BOYOLALI — Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 87 Universitas Diponegoro kelompok 4 di Desa Banyuanyar berupaya membantu UMKM agar siap bersaing di pasar global dengan menerapkan strategi yang berkelanjutan. Salah satu program yang dilaksanakan adalah edukasi mengenai penerapan Quality Control (QC) sederhana pada produk contohnya pada lilin aromatik berbahan dasar limbah minyak jelantah dan kulit kopi.

QC bertujuan untuk memastikan setiap produk memiliki standar mutu yang konsisten. Kualitas produk yang baik dan konsisten membuat upaya pemasaran yang dilakukan menjadi lebih efektif karena produk akan mendapat ulasan positif dari konsumen. Oleh karena itu, penerapan QC bukan hanya sekadar teknis produksi, melainkan strategi krusial untuk membuka peluang produk UMKM tersebut agar dapat menembus pasar global.

Dalam memasarkan produk, diperlukan wadah untuk terhubung dengan pembeli, salah satunya melalui marketplace. Sebagai upaya mendukung digitalisasi UMKM, Pelaku UMKM diberikan edukasi terkait pembuatan akun marketplace melalui Shopee.

Mereka dibimbing mulai dari proses pengunduhan aplikasi, pendaftaran, hingga tata cara penggunaan dan pengelolaannya. Pemanfaatan marketplace sebagai media pemasaran digital perlu melibatkan kalangan yang mudah beradaptasi dengan teknologi.

Dalam hal ini, Karang Taruna sebagai wadah berkembangnya generasi muda berperan penting dalam mendorong kemajuan UMKM di lingkungannya. Sayangnya, masih banyak para pemuda di Desa Banyuanyar yang belum sepenuhnya memahami dan memanfaatkan pemasaran digital sebagai alat untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Sebagai upaya mendorong kesadaran dan meningkatkan keterampilan dalam pemasaran digital, mahasiswa kelompok 4 tim KKN-T 87 Undip mengadakan sosialisasi terhadap angggota Karang Taruna dengan mengusung tema “Digitalisasi UMKM: Strategi Bisnis Melalui Marketplace dan Digital Branding”.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan anggota Karang Taruna sebagai motor penggerak ekonomi kreatif desa. Sosialisasi dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Juli 2025 yang bertempat di rumah UMKM warga.

Sosialisasi pengelolaan marketplace dan digital branding dilaksanakan di rumah UMKM Kedai Susu Cowboy pada Sabtu, (19/7/2025)

Dalam acara tersebut, anggota Karang Taruna diberikan edukasi terkait pembuatan akun marketplace dan proses pengiriman produk hingga sampai ke tangan pembeli serta pemanfaatan marketplace untuk memperluas jangkauan pemasaran produk lokal, salah satunya Kopi Rodjo. Edukasi pembuatan akun marketplace dan proses pengiriman produk dilakukan melalui aplikasi shopee secara online.

Edukasi ini bertujuan untuk membekali pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi dan penjualan yang efektif. Peserta terkhususnya para karang taruna dibimbing mulai dari proses pendaftaran akun, pembuatan toko, dan proses pengemasan produk agar aman selama pengiriman.

Selanjutnya peserta diajarkan cara mengunggah produk dengan teknik foto yang menarik, menulis deskripsi yang informatif, strategi penentuan harga yang kompetitif, dan penjelasan jika ada pembeli.

Tidak hanya itu, edukasi ini juga mencakup pemahaman mengenai pengelolaan pesanan, mulai dari menerima orderan, melakukan pengemasan yang sesuai standar pengiriman, hingga mencetak label pengiriman langsung dari sistem Shopee.

“Dulu saya pikir jualan online itu rumit, tapi setelah ikut sosialisasi ini ternyata langkah-langkahnya cukup mudah. Saya jadi termotivasi untuk mempraktikkannya langsung,” ucap salah satu anggota Karang Taruna yang menghadiri kegiatan tersebut dengan antusias.

Anggota Karang Taruna juga mendapatkan edukasi terkait cara pembuatan konten yang menarik dengan memanfaatkan tools sederhana dan cara mengoperasikannya. Dalam meningkatkan efektivitas konten, anggota Karang Taruna diberikan edukasi terkait teknik promosi menggunakan storytelling, yaitu teknik bercerita dengan memadukan informasi produk dengan narasi yang menyentuh untuk meninggalkan kesan yang mendalam tentang produk.

Edukasi ini mencakup pemahaman dasar storytelling mulai dari cara menyusun narasi yang menarik serta bagaimana menerapkannya dalam berbagai bentuk konten di media sosial, baik dalam bentuk foto, video pendek, maupun caption. Mereka juga diberikan template desain konten siap edit yang dapat dikreasikan sesuai kebutuhan isi konten.

Edukasi konten storytelling berbasis video juga dilakukan dengan menjadikan UMKM Kopi Rodjo sebagai contoh brand yang dipromosikan. Kopi rodjo menjadi salah satu contoh UMKM lokal yang berpotensi besar untuk merambah ke pasar yang lebih luas melalui strategi digitalisasi yang tepat. Anggota Karang Taruna diberikan pemahaman terkait apa itu konten video, tutorial dan cara promosi produk agar efektif.

Video konten berisi tentang cerita keunikan produk yang disesuaikan dengan tren konten yang sedang viral. Pemahaman tentang keberadaan media sosial tidak cukup hanya dengan sekali unggah melainkan membutuhkan konsisten dalam pembuatan video. Dengan demikian, mereka juga diedukasi terkait jadwal pembuatan konten yang efektif.

Dalam penggunaan tools digital, anggota Karang Taruna dikenalkan dengan dua aplikasi utama, yaitu Capcut dan Canva. Capcut digunakan untuk membuat video dengan menggunakan template yang sedang tren dan menambahkan latar musik yang sedang viral, sementara Canva dimanfaatkan untuk mengedit konten visual dalam template yang sesuai serta menjaga konsistensi desain.

Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan langkah-langkah membuat konten yang menarik, pemilihan kata kunci (keyword) yang relevan, serta penggunaan logo atau watermark untuk memperkuat identitas brand. Edukasi ini diberikan agar mereka mampu menghasilkan konten yang konsisten dan menarik, sehingga dapat memperluas jangkauan pemasaran produk melalui media sosial.

Sebagai pelengkap dari pelatihan teknis, mahasiswa juga memberikan refleksi untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan kesadaran Karang Taruna terhadap pentingnya keterlibatan mereka dalam memasarkan produk-produk UMKM. Edukasi ini dibuka dengan kisah inspiratif dari Desa Ponggok yang berhasil mengubah desanya menjadi destinasi wisata terkenal melalui kekuatan media sosial dan konsistensi digital branding.

Melalui cerita tersebut, Karang Taruna diajak merenungkan peran strategis mereka sebagai garda terdepan promosi desa. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun semangat dan rasa memiliki terhadap potensi keunggulan desa, khususnya potensi berkembangnya UMKM lokal di ranah digital.

Melalui edukasi pemasaran digital dan penguatan kapasitas anggota Karang Taruna, diharapkan semangat kolaborasi antara generasi muda dan pelaku UMKM Desa Banyuanyar dapat terus tumbuh. Dari keterampilan yang telah diperoleh, harapannya dapat diterapkan dan terus dikembangkan hingga produk-produk UMKM lokal mampu bersaing di pasar nasional. Dengan konsistensi, kreativitas, dan dukungan teknologi, Desa Banyuanyar dapat menjadi contoh desa yang sukses memanfaatkan potensi lokal untuk menembus pasar global.

Editor: Handayat