JATENGKU.COM, SEMARANG — Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pengembangan usaha.
Menyadari pentingnya hal tersebut, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi door to door tentang penggunaan platform media sosial sebagai teknologi promosi digital yang ditujukan khusus kepada UMKM “Rujak Uleg Bu Sri”, sebuah usaha kuliner rumahan yang berlokasi di RW 04 Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 21 Juli 2025, secara langsung di lokasi usaha milik Ibu Sri, seorang pelaku UMKM lokal yang selama ini telah menjalankan bisnis rujak uleg secara tradisional.
Sosialisasi ini diprakarsai oleh Dwi Lestari, mahasiswi Program Studi Antropologi Sosial Universitas Diponegoro, yang saat ini tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di wilayah tersebut.

Melalui pendekatan door to door, Dwi Lestari memberikan pendampingan secara personal dan komunikatif, agar materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami secara lebih efektif oleh pelaku usaha. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan berbagai platform media sosial populer seperti WhatsApp Business, Instagram, dan Facebook Page, serta penjelasan mengenai cara membuat akun bisnis, mengunggah konten yang menarik, menjalin interaksi dengan pelanggan, hingga teknik sederhana dalam membuat promosi digital yang hemat biaya namun berdampak besar.
“Digitalisasi bukan hanya milik usaha besar. UMKM seperti ‘Rujak Uleg Bu Sri’ juga punya potensi besar untuk berkembang dengan memanfaatkan media sosial. Dengan promosi digital yang tepat, jangkauan pelanggan bisa meluas tanpa harus membuka cabang atau mengeluarkan banyak modal,” ujar Dwi Lestari dalam sesi wawancaranya.
Selain materi teknis, sosialisasi ini juga mengajak pelaku UMKM untuk memahami pentingnya branding, konsistensi pelayanan, dan respons cepat terhadap pelanggan dalam membangun kepercayaan di ruang digital.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Ibu Sri selaku pemilik usaha, serta warga sekitar yang ikut menyaksikan jalannya pendampingan. “Saya senang dibantu belajar. Biasanya Cuma jualan langsung ke tetangga, sekarang bisa difoto terus dipasang di grup WA dan katanya nanti bisa di Instagram juga. Semoga makin banyak yang tahu rujak saya,” ungkap Ibu Sri dengan semangat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM di Kelurahan Penggaron Kidul dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan ekonomi digital dan mampu memanfaatkan teknologi secara mandiri untuk memperkuat eksistensi usahanya di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Diponegoro melalui program KKN-T untuk mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal. Dengan hadirnya mahasiswa di tengah masyarakat, diharapkan akan terbangun kolaborasi nyata yang mampu memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi warga di daerah tersebut.











