Semarang, 11 Agustus – Kelurahan Tembalang bekerja sama dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 120 khususnya Kelompok 5 Universitas Diponegoro, telah menggelar rangkaian kegiatan edukasi terkait keamanan pangan serta pendampingan promosi digital bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah RW 05 Perumda, Tembalang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pedagang dan masyarakat terhadap pentingnya konsumsi makanan yang aman, serta mendorong pedagang untuk memanfaatkan media sosial dalam pengembangan usahanya.
Program yang berlangsung sejak 05 Mei – 22 Juni 2025 ini mengusung tema, “Peningkatan Keamanan Pangan Jajan di Sekitar Kampus Universitas Diponegoro, Melalui Pendampingan dan Strategi Pemasaran Digital.” Tema tersebut menjadi landasan dalam setiap rangkain kegiatan, mulai dari pemetaan lokasi, pendataan pedagang, uji laboratorium makan (food test), hingga edukasi langsung kepada para pelaku usaha. Selain itu kami juga membantu melakukan promosi melalui media sosial Instagram @kknt120_amanpangan.
Adapun pengujian sampel makanan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Laboratorium Kimia Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual bebas dari zat berbahaya seperti formalin, boraks, pemanis buatan, dan pewarna makanan. Selain itu, kami juga melakukan penempelan stiker “Pangan Aman” sebagai bentuk apresiasi dan jaminan bahwa para pedagang telah memenuhi standar keamanan pangan, yaitu terbebas dari BTP (Bahan Tambahan Pangan) dan lingkungan berjualan sudah memenuhi standar Hyegine dan Sanitasi.
Langkah ini disambut baik oleh warga dan pengurus lingkungan, terutama pihak RW 05 yang juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kelompok 5 Tim KKN 120 Undip, atas upaya dan kolaboratif yang telah dilakukan. “Kami sangat berterimakasih, karena kegiatan ini betul-betul menenangangkan masyarakat. Dengan adanya uji laboratorium dan penempelan stiker, warga jadi lebih merasa tenang dalam membeli jajanan. Sekarang tidak perlu khawatir lagi soal makanan yang mengandung zat berbahaya,” ujar Pak Samtoro selaku sekertaris RW 05.
Selain pihak RW 05, Ibu Asih selaku Lurah Tembalang juga menyebutkan bahwa penempelan stiker dan hasil uji laboratorium memberikan rasa tenang dan mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya makanan yang mengandung zat berbahaya. “Terima kasih atas inisiatif dan dedikasi mahasiswa dalam mendampingi para pedagang ini benar-benar memberikan dampak, tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan yang sehat, tapi juga membekali pedagang dengan keterampilan digital agar mampu bersaing di era sekarang” ujar Ibu Asih dalam sambutannya di acara penerimaan mahasiswa KKN Tim 120 di Aula Kelurahan Tembalang, Jln. Banjarsari.
Beliau juga menegaskan bahwa upaya peningkatan kualitas pangan lokal dan adaptasi terhadap pemasaran digital adalah langkah strategis dalam membangun ekonomi yang lebih berdaya saing dan aman. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan edukasi, kebersihan, kesehatan, dan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pangan jajan yang tidak hanya enak, tapi juga aman dan sehat.
Disamping sosialisasi dan edukasi, kami mahasiswa kelompok 5 KKN Undip, juga mendukung ketahanan pangan di wilayah RW 05 dengan melakukan Urban Farming on the Move melalui penanaman 16 bibit sayuran agar sumber pangan segar dan sehat bagi masyarakat tersedia meskipun dengan lahan yang terbatas.
Terakhir, ketua kelompok 5, Karina menyebutkan bahwa, “Kegiatan yang kami lakukan mungkin tampak sederhana. Namun, kami yakin setiap angkah kecil yang kami tempuh dapat membawa perubahan positif bagi RW 05. Terutama dalam mendorong para PKL untuk lebih peduli terhadap kesehatan konsumen, agar nantinya kepercayaan dari konsumen kepada para pedagang dapat meningkat. Terutama bagi para pedagang jajan yang ada di sekitar kampus Universitas Diponegoro.”
“Seluruh rangkaian kegiatan ini harapannya dapat menjadi contoh agar para konsumen terutama masyarakat dan para mahasiswa dapat menikmati jajanan dengan rasa aman dan nyaman saat membeli jajan di lingkungan kampus, terutama di wilayah RW 05.” Ujar salah satu pedagang menimpali.











