JATENGKU.COM, JEPARA – Mahasiswa KKN Tematik IDBU UNDIP tim 84 melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan membangun desa melalui penguatan potensi lokal Desa Tegalsambi. Program ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam, budaya, dan sejarah Desa Tegalsambi sebagai modal dasar pembangunan berkelanjutan.

Desa Tegalsambi merupakan salah satu desa di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara yang kaya dengan potensi lokal sehingga dapat dijadikan sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Jepara. Keindahan pantai dan pasir putih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai yang tenang dan keindahan sunset di sore hari.

Tidak hanya memiliki panorama alam yang indah, desa ini juga menyimpan kekayaan budaya turun temurun dari leluhur dan masih dilaksanakan hingga saat ini yaitu Tradisi Perang Obor yang digelar tiap tahunnya sebagai bentuk mengusir segala roh jahat dan penghormatan kepada leluhur. Tradisi Perang Obor sudah dijadikan sebagai daya tarik utama bagi wisatawan luar daerah bahkan mancanegara yang sedang berlibur di Jepara.

Keunikan Tradisi Perang obor tersebut tidak hanya dilestarikan dalam bentuk ritual tahunan, tetapi juga diangkat menjadi inspirasi dalam karya seni lokal, salah satunya melalui motif batik Perang Obor yang menggambarkan dinamika gerakan obor menyala dan semangat pemuda.

Wisatawan yang berkunjung ke Jepara kerap menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke makam-makam leluhur yang memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari wisata religi yang cukup diminati, terutama bagi mereka yang ingin menelusuri jejak-jejak leluhur di Desa Tegalsambi.

Potensi ini menunjukkan bahwa Tegalsambi memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis budaya dan alam, maka kegiatan KKN Tematik IDBU UNDIP tim 84 Desa Tegalsambi di bawah bimbingan Bu Novia Sari Ristianti, S.T., M.T., Bu Dr. Ing Santy Paulla Dewi, S.T., M.T., Bu Dr. Ir. Frida Purwanti, M.Sc., dan Bu Fathimah Kurniawati S.E., M.Ec.Dev. berfokus pada Pembuatan Buku Masterplan Desa Wisata Tegalsambi.

Dalam upaya mengangkat potensi budaya lokal sebagai daya tarik wisata, tim KKN 84 berperan aktif menggali informasi dan mempromosikan warisan budaya Desa Tegalsambi dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan Kepala Desa, pengurus Pokdarwis, dan pengelola BUMDes untuk memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai potensi dan tantangan pengembangan wisata budaya di Desa Tegalsambi.

Proses wawancara mengenai potensi budaya desa sebagai bentuk validasi data. Seluruh informasi yang diperoleh dikemas dalam bentuk publikasi sebagai media promosi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Tegalsambi kepada khalayak yang lebih luas, baik lokal maupun luar daerah serta untuk memenuhi data informasi dalam proses pembuatan Buku Masterplan Desa Wisata.

Selain pengumpulan data, tim KKN 84 juga melakukan pelatihan membatik motif Perang Obor yang menjadi simbol kearifan lokal dan identitas budaya lokal Desa Tegalsambi. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan tradisi, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Tim KKN 84 juga melakukan survei dan pendokumentasian makam para leluhur desa, seperti makam Mbah Surgi Manis, Mbah Tegal, dan Mbah Babatan, yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat.

Harapan dari seluruh rangkaian kegiatan KKN ini agar masyarakat Desa Tegalsambi semakin menyadari potensi yang dimiliki, serta tumbuh rasa bangga dan tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan budaya lokal serta dapat memperkuat branding Desa Tegalsambi sebagai desa wisata budaya yang autentik, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang mereka miliki secara berkelanjutan.

Desa Tegalsambi diharapkan mampu berkembang menjadi desa wisata yang mandiri dan mampu menarik wisatawan dengan pemanfaatan potensi lokal yang ada.

Editor: Handayat