JATENGKU.COM, KLATEN – Pada hari Rabu (06/08/2025) Upaya peningkatan daya tarik visual pada UMKM terus dilakukan, salah satunya oleh usaha Lumpya Duleg milik Pak Didik. Untuk memperkuat tampilan stand gerobaknya, digunakan dekorasi penerangan LED berbasis baterai yang dirancang agar produk terlihat lebih menarik dan mudah dikenali terutama saat malam hari.
Pak Didik, penjual Lumpya Duleg yang beroperasi pada sore hingga malam hari, menghadapi kendala utama pada aspek penerangan. Produk yang dijajakan seringkali kurang terlihat jelas di malam hari sehingga berpotensi mengurangi minat pembeli. Oleh karena itu, solusi berupa penggunaan LED dengan sumber daya baterai dipilih sebagai alternatif praktis dan hemat energi.
Tim pelaksana berhasil merancang dan memasang sistem penerangan menggunakan lampu LED berbaterai dengan ketahanan operasional antara 2–3 jam pemakaian. Selain meningkatkan visibilitas produk, pencahayaan ini juga memberi nilai tambah berupa dekorasi eye-catching yang membuat stand lebih menonjol di tengah keramaian.

Hasil yang Dicapai
- Terpasangnya penerangan LED pada stand Lumpya Duleg.
- Lampu mampu bertahan 2–3 jam setiap kali pengisian penuh.
- Tampilan Lumpya Duleg stand gerobak lebih menarik sehingga memudahkan calon pembeli mengenali produk.
Kendala yang Dihadapi
Dalam proses implementasi, terdapat beberapa hambatan teknis, antara lain:
- Error pemasangan komponen pada tahap awal instalasi.
Pada sudah saat alat diberikan ke pelaku usaha yaitu Pak Didik, ada suatu insiden yang tidak mengenakkan yaitu terdapat short circuit dan membakar pelindung isolasi kabel. Maka saya memutuskan untuk memperbaikinya sekali lagi dan memastikan untuk tidak ada konslet lagi. - Uji coba ketahanan baterai perlu beberapa kali percobaan agar sesuai dengan kebutuhan beban LED.
Agar Penggunaan alat sesuai kebutuhan yang diperlukan oleh Pak Didik beroperasi pada jam 3 sore sampai 9 malam. maka baterai harus bertahan kurang lebih 3 jam.

Solusi yang saya lakukan yaitu menambah kapasitas baterai dengan menambahkan 3 buah baterai secara paralel yang awalnya dari 3 baterai secara seri menjadi 6 baterai (3 seri -2 paralel).
Selain itu, saya juga mengurangi beban dari LED, awalnya menggunakan LED Strip 33watt. Sekarang menggunakan LED 1.4 watt. “Dengan adanya lampu led ini, saya sangat terbantu, karena sebelumnya saya hanya menggunakan senter kecil yang kurang menerangi gerobak” Ujar Pak Didik.

Monitoring berkala perlu dilakukan, khususnya terkait kondisi baterai. Jika lampu LED menyala lebih singkat dari biasanya, hal itu menandakan kapasitas baterai mulai melemah dan membutuhkan pengisian ulang. Tantangan lain adalah waktu pengisian yang relatif lama sebelum baterai dapat kembali mencapai kondisi penuh.
Untuk menjaga ketahanan agar tetap konsisten di kisaran 2–3 jam, disarankan adanya:
- Jadwal pengecasan rutin.
Terutama untuk kasus ini, Pak Didik berjualan pada sore jam 3. sehingga untuk jadwal pengecasan disarankan sebelum jam 12. Untuk berapa lama pencabutannya tidak dibatasi, karena sudah terdapat battery management system yang membantu untuk tidak kelebihan atau kekurangan pasokan listrik.
Inovasi penerangan LED berbasis baterai ini terbukti mampu meningkatkan daya tarik visual Lumpya Duleg Pak Didik. Meskipun terdapat hambatan teknis, solusi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung UMKM agar lebih menarik perhatian pembeli di malam hari.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan mengoptimalkan potensi ekonomi desa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif.











