JATENGKU.COM, MAGELANG — Desa Sumberejo yang terletak di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, merupakan desa agraris yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Selain bertani, sebagian warga khususnya di Dusun Klabaran juga mengelola usaha peternakan sapi perah sebagai kegiatan sampingan.
Meskipun skala peternakan relatif kecil dibandingkan dengan sektor pertaniannya, sektor ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan.
Salah satu kelompok peternak yang aktif di wilayah ini adalah Kelompok Tani Ternak Sumber Makmur. Namun, kegiatan peternakan sapi perah di kelompok ini masih dijalankan secara konvensional, dengan berbagai keterbatasan dalam aspek sanitasi, manajemen pakan, serta teknik pemerahan. Hal ini berdampak pada mutu dan kuantitas susu yang dihasilkan, sehingga belum mencapai standar yang diharapkan untuk pasar yang lebih luas.
Menanggapi kondisi tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro hadir melalui program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan standarisasi produk peternakan sapi perah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata mahasiswa dalam menjawab tantangan di lapangan melalui pendekatan edukatif, aplikatif, dan berkelanjutan. Beberapa program yang dilaksanakan oleh mahasiswa terutama pada sektor peternakan berfokus pada perbaikan manajemen Pemerahan dan Perkandangan.
Dengan harapan untuk memperbaiki manajemen dan meningkatkan hasil produk berupa susu yang berkualitas.
Pak Sabar selaku wakil dari Sumber Waras menyampaikan kesan dan pesan atas adanya program kerja dari mahasiswa Tim KKN Tematik 43 Universitas Diponegoro, “Saya sangat berterimakasih atas kedatangan tim KKN Undip untuk ilmu yang sudah dibagikan kepada kami, semoga dengan ilmu ini bermanfaat untuk peningkatan peternakan Sumber Waras.” ungkapnya.
Tak hanya pada aspek teknis, tim KKN juga mengadakan diskusi kelompok dengan para peternak untuk mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusi bersama secara partisipatif. Proses ini melibatkan para peternak dalam setiap tahap pengambilan keputusan, sehingga menumbuhkan rasa kepemilikan dan keberlanjutan terhadap program yang telah dilaksanakan.
Dampak dari program ini mulai terlihat melalui monitoring, dimana sebagian peternak sudah mulai menerapkan metode pemerahan dengan standar kebersihan yang lebih baik, serta mulai rutin membersihkan kandang dengan desinfektan yang sesuai. Selain itu, hasil susu juga mulai menunjukkan peningkatan dari sisi volume dan kualitas, seperti bau yang lebih segar dan warna yang lebih jernih, yang menjadi indikator awal dari keberhasilan perbaikan manajemen.
Dengan capaian ini, Tim KKN Undip berharap kegiatan pengabdian yang telah dilakukan tidak berhenti pada masa KKN saja, tetapi mampu menjadi fondasi bagi pengembangan peternakan sapi perah yang lebih profesional di Desa Sumberejo. Ke depannya, kolaborasi antara akademisi, peternak, serta pemerintah desa sangat diharapkan guna menciptakan ekosistem peternakan yang tangguh dan berdaya saing tinggi di daerah Ngablak, Sumberejo ini.
Penulis: M. Naufal Dhamaryuda Al Aziz
Lokasi: Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang











