JATENGKU.COM, Batang — Perempuan desa kini tidak lagi hanya berada di ruang domestik. Di Desa Simbangjati, peran perempuan turut menopang perekonomian keluarga melalui berbagai aktivitas, terutama di sektor pertanian. Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi ruang bagi perempuan desa untuk berdaya, belajar, dan berkontribusi secara nyata.
Namun, di balik ragam kegiatan yang dijalankan, KWT masih menghadapi tantangan dalam membangun pengelolaan dan citra kelompok. Karena itu, penguatan identitas KWT menjadi langkah penting untuk membentuk wajah baru KWT sebagai kelompok perempuan yang mandiri, produktif, dan diakui perannya di masyarakat Desa Simbangjati.
Upaya penguatan identitas atau rebranding Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi langkah awal yang penting dalam membangun citra kelompok yang lebih jelas dan mudah dikenali. Identitas tidak hanya berfungsi sebagai nama atau simbol, tetapi juga sebagai representasi nilai, semangat, dan arah gerak sebuah kelompok.
Melalui penguatan identitas ini, KWT Desa Simbangjati diharapakn dapat lebih dikenal, diingt, dan diterima oleh masyarakat luas. Untuk melihat sejauh mana makna dan dampak dari identitas baru tersebut, pandangan langsung dari pengurus dan anggota KWT menjadi bagian penting dalam menggambarkan perubahan yang terjadi.
Usaha penguatan identitas Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Simbangjti dilakukn oleh tim KKN melalui serangkaian kegiatan yang bertujuan membangun citra baru kelompok. Kegiatan tersebut meliputi pemberian nama KWT “Sri Loka”, pembuatan logo dan stempel resmi, serta penghiasan kebun KWT dengan pagar dan plang penanda kawasan sebagai ruang aktivitas sekaligus identitas visual kelompok. Langkah ini diharapkan dapat memperjelas keberadaan KWT dan memperkuat daya ingat masyarakat terhadap kelompok perempuan tani di Desa Simbangjati.

Identitas baru tersebut disambut dengan antusias oleh para pengurus dan anggota KWT. Mereka menilai nama “Sri Loka” yang bermakna “Tempat yang membawa kemakmuran dan keberkahan” memiliki makna yang baik dan mampu merepresentasikan harapan serta semangat kelompok dalam menjalankan kegiatan pertanian di desa. Kehadiran logo dn stempel juga dianggap memberikan kesan lebih tertata dan profesional, sehingga KWT memiliki ciri khas yang mudah dikenali.
“Kami senang sekali dengan nama yang diberikan. Namanya bagus dan artinya juga baik.” ungkap Bu Nanik, salah satu anggota KWT Desa Simbangjati.
Melalui identitas baru ini, KWT Desa Simbangjati berharap dapat dikenal lebih luas, tidak hanya oleh warga Desa Simbangjati, tetapi juga oleh PKK Kecamatan hingga PKK di tingkat kabupaten. Pengenalan identitas direncanakan dilakukan melalui berbagai media, seperti pemanfaatan media sosial serta kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, agar keberadaan KWT semakin dikenal.
Sejak adanya identitas baru, perubahan positif mulai dirasakan oleh para pengurus KWT. Bu Nanik menyampaikan bahwa semangat anggota dalam menjalankan kegiatan kelompok semakin meningkat dan keberadaan KWT mulai lebih diperhatikan oleh masyarakat, khususnya di lingkungan Desa Simbangjati. Identitas baru ini dinilai memudahkan masyarakat untuk mengenal dan mengingat KWT, sekaligus membangun citra yang lebih positif sesuai dengan nama yang disematkan.
Ke depan, KWT Desa Simbangjati diharapkan dapat terus berkelanjutan, berjalan lancar, dan semakin berkembang. Dengan identitas baru yang telah dibangun, KWT diharapkan dapat memperkuat perannya di tengah masyarakat serta dikenal tidak hanya di tingkat desa, tetapi hingga ke luar Desa Simbangjati. (Alberta Nastiti A)







