Semarang, [19 Agustus 2025]Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) dari Universitas Diponegoro Semarang baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan yang berfokus tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kelurahan Tugurejo. Kegiatan ini ditujukan khusus untuk anak usia dini di Puad Kelurahan Tugurejo dan mendapatkan sambutan hangat dari warga setempat.

Kegiatan ini berawal dari keprihatinan mahasiswa terhadap minimnya pemahaman anak-anak usia dini tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan diri. Lingkungan yang bersih adalah kunci utama untuk mencegah berbagai penyakit, terutama di kalangan anak-anak yang sistem imunnya masih berkembang. Oleh karena itu, mahasiswa KKN-T merasa terpanggil untuk berperan aktif dalam menanamkan kebiasaan baik sejak dini.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pemahaman dasar tentang PHBS kepada anak-anak di Kelurahan Tugurejo dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami,” ujar Aura, salah satu mahasiswa pelaksana kegiatan. “Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai fondasi bagi anak-anak untuk selalu menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan yang benar, menggosok gigi, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.”

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa menggunakan metode edukasi yang interaktif dan kreatif. Materi tentang PHBS disampaikan melalui berbagai media, seperti lagu-lagu edukatif, permainan, dan demonstrasi langsung. Anak-anak diajak untuk mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar dengan sabun, dan diberikan pemahaman tentang pentingnya kebiasaan tersebut.

Selain itu, mahasiswa juga mengajak anak-anak untuk mengenal alat-alat kebersihan diri seperti sikat gigi, sabun, dan sampo. Mereka bahkan diberikan sikat gigi baru untuk memotivasi mereka agar lebih rajin menjaga kebersihan gigi. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kebersihan diri, tetapi juga mengajarkan anak-anak untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan bermain mereka.

Dengan adanya kegiatan ini, para mahasiswa KKN-T berharap agar kesadaran akan PHBS tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat terus dipraktikkan di rumah dan lingkungan masyarakat. “Kami berharap apa yang kami sampaikan bisa menjadi kebiasaan yang melekat pada diri anak-anak hingga mereka dewasa. Dengan begitu, kualitas kesehatan masyarakat di Kelurahan Tugurejo akan semakin meningkat,” tambah Aura.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran aktif mahasiswa dalam mengabdikan ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah untuk masyarakat. Inisiatif positif ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap kesehatan dan pendidikan anak usia dini, demi terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Editor: Handayat