JATENGKU.COM, SUKOHARJO — Desa Gentan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi lokal melalui kolaborasi antara masyarakat dan dunia akademik. Pada tahun 2025 ini, desa ini terpilih sebagai lokasi pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro yang dijalankan oleh Tim KKN-T 99.
Melalui inisiatif yang berfokus pada pengelolaan sampah organik, mahasiswa KKN-T bersama masyarakat Desa Gentan memperkenalkan eco-enzyme sekaligus mengadakan praktik langsung pembuatan cairan tersebut. Eco-enzyme merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi limbah dapur seperti kulit buah, sisa sayuran, air, dan gula. Inovasi sederhana ini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan, tetapi juga menawarkan berbagai manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Meski terbuat dari bahan yang sederhana, eco-enzyme memiliki beragam manfaat. Selain bisa digunakan sebagai pestisida alami dan pupuk untuk tanaman, cairan ini juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan lantai, mencuci piring, bahkan membersihkan luka ringan, tentunya dengan takaran dan rasio penggunaan yang sesuai. Selain memberi manfaat langsung di rumah tangga, proses pembuatannya juga membantu mengurangi emisi karbon, sehingga turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini pun disambut antusias oleh para ibu rumah tangga yang mengikuti praktik pembuatan eco-enzyme secara langsung.
“Saya baru tahu kalau dari sisa sayur dan kulit buah bisa jadi pembersih lantai atau sabun cuci piring. Praktis dan hemat ya, Dik. Insya Allah saya mau coba bikin sendiri di rumah.” ujar salah satu ibu-ibu peserta kegiatan dengan antusias.
Antusiasme serupa juga disampaikan oleh ibu-ibu lainnya.
“Ternyata bikinnya nggak sulit, bahannya juga ada semua di rumah. Tinggal sabar nunggu fermentasinya saja.” ujar salah satu ibu sambil tersenyum.

Lewat program ini, mahasiswa KKN-T ingin mengajak warga, khususnya para ibu rumah tangga, untuk lebih peduli terhadap sampah dapur yang setiap hari dihasilkan. Tujuan utamanya adalah mengurangi limbah organik rumah tangga dan mengenalkan cara sederhana namun bermanfaat untuk mengolahnya, salah satunya melalui pembuatan eco-enzyme.
Dengan memperkenalkan eco-enzyme, mahasiswa berharap bisa memberikan contoh nyata bagaimana prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) bisa diterapkan langsung di rumah. Dalam hal ini, kami fokus pada aspek Recycle, yaitu mengubah limbah dapur seperti kulit buah dan sisa sayur menjadi cairan yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pupuk tanaman sampai cairan pembersih lantai.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari dapur. Eco-enzyme inilah contohnya, bahan dan cara pembuatannya sederhana, tetapi manfaatnya besar.” ujar Lutfi, salah satu mahasiswa KKN-T Tim 99.
Selain memberikan wawasan baru soal pengelolaan sampah, kegiatan ini juga diharapkan bisa membentuk kebiasaan kecil yang berdampak besar, seperti memilah sampah di rumah dan tidak langsung membuang limbah dapur. Kegiatan ini pun jadi sarana belajar bersama antara mahasiswa dan warga.











