JATENGKU.COM, SEMARANG — Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Semarang, memiliki potensi besar di bidang pertanian, sosial budaya, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan yang berkontribusi penting bagi perekonomian masyarakat. Tingginya jumlah UMKM pangan juga berpotensi menimbulkan permasalahan keamanan pangan, seperti risiko foodborne disease.
World Health Organization (WHO) menyatakan lebih dari 200 penyakit menular dapat terjadi melalui makanan. Penyakit yang ditularkan melalui makanan atau yang biasa disebut dengan foodborne disease merupakan penyakit yang menular dan disebabkan oleh mikroba yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan.
Oleh karena itu, diperlukan program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dengan tema Gerakan Masyarakat Berdaya: Penguatan Peran PKK dan Karang Taruna melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kemdiktisaintek 2025 yang berfokus pada edukasi dan pelatihan keamanan pangan guna meningkatkan kesadaran serta mencegah terjadinya keracunan pangan khususnya di wilayah padat UMKM pangan.
Mahasiswa KKN-T Undip berinisiatif untuk melakukan edukasi dan pelatihan terkait keamanan pangan kepada mitra utama, yaitu ibu-ibu PKK dan Pelaku UMKM RW 6 di Kelurahan Langensari sejak tanggal 13 Juli-9 Agustus 2025.
Kegiatan ini dilakukan secara bertahap, diawali dengan perkenalan kepada ibu-ibu PKK dan dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai prinsip 5 kunci keamanan pangan. 5 kunci keamanan pangan dilakukan dengan menjaga kebersihan, memisahkan pangan matang dan mentah, memasak dengan benar, menjaga pangan dalam suhu aman, dan menggunakan air dan bahan baku yang aman, Ibu-Ibu PKK juga belajar mengenai praktik penyimpanan bahan baku pangan agar bertahan lama di wadah yang sesuai (food grade). Ibu PKK terlihat antusias dalam memperhatikan dan mempraktikkan terkait materi yang disampaikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Sebagai evaluasi dari kegiatan, mahasiswa mengobservasi peningkatan pengetahuan peserta kegiatan pada sesi tanya jawab.

Setelah pelaksanaan program pelatihan keamanan pangan rumah tangga, mahasiswa juga melakukan sosialisasi terkait keamanan pangan, pengenalan tanggal kedaluwarsa, dan pengemasan pangan aman untuk memperpanjang umur simpan kepada pelaku UMKM. Dengan kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat Kelurahan Langensari khususnya ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM dapat menjaga kebersihan atau higiene sanitasi dalam mengolah makanan agar mencegah terjadinya kontaminasi dan penyakit akibat makanan.
Program ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana: Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn. (Universitas Diponegoro), Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom. (Universitas Diponegoro), dan Dr. Martien Herna Susanti, S.Sos., M.Si. (Universitas Negeri Semarang).
Sebagai penutup, Tim PMM UNDIP menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Republik Indonesia yang telah mendanai program ini melalui kontrak pelaksanaan kegiatan nomor: 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk dan nomor: 360-14/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan).
Penulis: Nabila Aulia Rahma Dewi
DPL: Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn.











