JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan program magang di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang sebagai bagian dari pembelajaran lapangan. Salah satu mahasiswa, Fitrotul Awalia, menempati posisi di loket pelayanan permohonan kutipan akta, tempat masyarakat mengurus dokumen kependudukan seperti kutipan akta kelahiran, perkawinan, perceraian, dan kematian.

Kegiatan magang ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami proses administrasi kependudukan dan pelayanan publik. Fitrotul berperan aktif dalam membantu petugas memberikan informasi kepada pemohon, memeriksa kelengkapan berkas, serta menginput data ke dalam sistem administrasi kependudukan (SIAK).

“Selama magang, saya belajar pentingnya ketelitian dan kecepatan dalam melayani masyarakat. Setiap dokumen yang dikeluarkan menyangkut hak dan identitas warga negara, jadi harus benar-benar akurat,” ujar Fitrotul.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai penerapan prinsip pelayanan publik yang prima sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Disdukcapil Kota Semarang sendiri terus berupaya meningkatkan kualitas layanannya melalui digitalisasi dan penerapan sistem antrean berbasis online.

Pihak Disdukcapil menyambut positif kehadiran mahasiswa magang yang dinilai membantu memperlancar proses pelayanan sekaligus memberikan suasana baru di lingkungan kerja. “Mahasiswa membawa semangat dan inovasi. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka di dunia kerja nanti,” ujar salah satu staf pelayanan Disdukcapil.

Program magang ini juga sejalan dengan misi UPGRIS untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dan etika pelayanan publik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melihat langsung dinamika birokrasi pelayanan masyarakat serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial.

Pelaksanaan magang di instansi pemerintahan seperti Disdukcapil diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik dan dunia kerja, serta mencetak generasi muda yang siap berkontribusi dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, cepat, dan profesional.

Editor: Handayat