JATENGKU.COM, SEMARANG — Program magang kerja industri 2025 Universitas PGRI Semarang Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, diantaranya ketiga Mahasiswa yaitu: Ummi Fathuttijaroh, Yunita Putri Wijaya dan Wilna Erlita Indriati. Melalui program magang ini juga mendukung mahasiswa dalam mengaplikasikan teori dari mata kuliah untuk memberikan kesempatan untuk mengukur kesiapan dunia kerja melalui pengembangan kompetensi teknis dan soft skill yang menjadi kebutuhan penting dalam kompetensi kerja.
Mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja praktis yang berharga melalui magang di Pos Indonesia KCU Semarang. Selama pelaksanaan magang tiga bulan, mahasiswa mendapatkan wawasan mendalam tentang berbagai aspek kegiatan pada saat koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Dinas Kota Semarang dan Rumah BUMN- Bank BRI terkait sosialisasi bahwa Pos Indonesia membuka mitra bagi UMKM menjadi Agen Pos, untuk fasilitas yang didapatkan adalah live streaming secara gratis, wifi gratis, ruang streaming, pelayanan pengiriman produk online shop dan layanan UMKM lokal Go-Internasional. Diantara kegiatan magang yang lain yaitu mengikuti kegiatan kunjungan lapangan ke Kantor Kelurahan dan Kecamatan terkait koordinasi untuk prospek layanan PosPay Agen dengan adanya program KKMP/KDMP.
Pada saat kunjungan lapangan ke Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang (Pak Didin dan Bu Anum) menjelaskan bahwa Pos Indonesia dapat support UMKM dengan fasilitas live streaming gratis, ruang streaming, wifi dan layanan pengiriman produk online shop. Selain itu adanya Agen Pos Swasta saat ini sudah berjalan ada 50 lebih kemitraan di Semarang, seperti toko kelontong, toko lainnya yang membuka jasa pelayanan pembayaran serta akan mendapatkan fee nya setiap bulan. (22 Juli 2025)
Dinas Kota Semarang (Bapak Syahrul), Pos Indonesia berkoordinasi melalui support UMKM di Pasar Johar untuk bisa jadi droppoint dan agen pos. Mengkoordinasikan tiap kelurahan untuk bermitra dengan Pos Indonesia karena sudah mengeret 70 (target) 50% dari 170 koperasi desa dalam program KDMP atau KKMP (23 Juli 2025)

Rumah BUMN Semarang namun dikelola BRI dengan (Bapak Abim) selaku pengelola unit. Adanya pelatihan kreasi ekonomi UMKM, terselenggaranya kegiatan pelatihan 3-4 kali tiap bulan jika ingin mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan pelatihan selama 2 jam saat per sesi pelatihan. Pelatihan tersebut diantaranya cooking clas, digital marketing, brand produk kemasan, dan sosial media management.
Cerita menarik dari kegiatan pelatihan Rumah BUMN Semarang, terselenggaranya event bulan Agustus inkubator 6-7 kali pelatihan tingkat nasional yang akan dipamerkan di Jakarta jika lolos pelatihan. Ada lagi pelatihan menarik yaitu Pameran UMKM di Gedung Kota Lama kita sering ada disitu bahwa kami mengadakan pelatihan belajar Exsportir . Contohnya di Strada Kopi dapat mengeksport 130 Kg kopi ke Malaysia serta Ausie menjadi pengembangan cabang kopi di sana lewat logistik Pos Indonesia. Melalui adanya event tersebut akan mendorong influencer berkolaborasi sehingga menginformasikan kepada seluruh anggota grub UMKM dalam memanfaatkan layanan publik untuk mendapatkan capaian target Go Internasional. (23 Juli 2025)
Melalui kegiatan koordinasi secara langsung, Ummi Fathuttijaroh dan Wilna Erlita Indriati yang mengambil konsentrasi Manajemen Pemasaran dapat mendapatkan pengetahuan bahwa Kantor Pos KCU Semarang tidak mempunyai fungsi operasional sebagai perusahaan pengiriman surrat, dokumen, dan barang. Namun meliputi aspek keseluruhan melalui adanya digitalisasi, Pos Indonesia dapat mengembangkan kebutuhan pasar dan perilaku pelanggan untuk menggunakan layanan Pos Pay yang berupa aplikasi mobile transaksi digital, mengembangkan jaringan kemitraan PosPay Agen dengan perusahaan e-commerce dan agen pengiriman, sosialisasi dengan kemitraan baru, serta merancang dan menjalankan strategi pemasaran melalui support UMKM.

Sementara itu, Yunita Putri Wijaya yang mengambil konsentrasi Sumber Daya Manusia (SDM) mendapatkan pengalaman untuk kunjungan langsung, mempelajari tentang mengelola hubungan antar lembaga, mengelola dan meningkatkan kinerja untuk meningkatkan keterampilan dan produktifitas kerja.
Melalui kunjungan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) untuk berkoordinasi dengan Kelurahan Lamper Kidul untuk menjalankan program pemerintah dengan tujuan dapat meningkatkan akses komunikasi, akses pembiayaan bagi seluruh sektor usaha mikro dan kecil, mengembangkat unit-unit usaha, meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam hal ini, kami mendapatkan pengalaman yang sangat beragam melalui diplomasi, koordinasi, komunikasi, teknologi dan inovasi. Mahasiswa akan memahami secara langsung tantangan harian di sektor logistik dan rantai pasokan ritel.
Kegiatan magang ini tidak hanya memperluas pengetahuan mengenai industri layanan pos dan logistik, tetapi juga mengajarkan pentingnya memperluas jaringan dan berpotensi membuka karier di masa depan. Diharapkan Pos Indonesia terus meningkatkan motivasi, sarana, dan sistem kerja yang baik.











